INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA -Panggung politik dan pembangunan Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi arena penagihan komitmen. Gubernur H. Agustiar Sabran secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kalteng, sebuah ajang konsolidasi yang disulapnya menjadi seruan pertanggungjawaban. 1 November 2025.
Dalam nada yang lugas, Gubernur memberi peringatan keras. Ia menegaskan bahwa era bagi organisasi kepemudaan (OKP) untuk hanya menjadi juru penonton dalam proyek strategis daerah telah berakhir. Kalteng, dengan segala potensi dan tantangannya, kini membutuhkan pemuda yang siap menjadi motor penggerak perubahan yang berintegritas.
Muswil yang berlangsung di salah satu gedung pertemuan utama di Palangka Raya ini dipadati oleh ratusan kader muda. Kehadiran para petinggi daerah dan perwakilan BM PAN pusat menggarisbawahi urgensi Muswil ini sebagai penentu arah gerak OKP lima tahun ke depan.
Pesan utama yang dilemparkan Gubernur adalah perlunya kader muda meninggalkan retorika politik yang kering dan segera menerjemahkannya ke dalam aksi nyata. “Pemuda tidak boleh hanya sibuk dalam jargon dan baliho, tetapi harus mampu menciptakan solusi, khususnya di sektor ekonomi hijau,” ujar Agustiar, dikutip dari pidatonya.
Tuntutan peran nyata ini selaras dengan Visi Kalteng BERKAH yang menempatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di garis depan. Pemprov kini sedang gencar mendorong peningkatan kompetensi vokasi dan IPTEK, menjadikannya prasyarat bagi OKP yang ingin berkolaborasi dalam program-program vital.
Muswil ini, lanjut Gubernur, juga menjadi momentum untuk memperkuat Falsafah Huma Betang yang merupakan kearifan lokal Kalteng. Ia meminta kader BM PAN menjadi teladan dalam menjaga soliditas dan kerukunan umat beragama di tengah tensi politik nasional.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur mendesak BM PAN merumuskan program kerja yang fokus pada pendampingan UMKM di desa dan pengawasan program kesejahteraan daerah, seperti keberlangsungan Kartu Huma Betang. Ini adalah cara praktis bagi pemuda untuk terlibat langsung dalam hajat hidup masyarakat.
Peringatan ini datang di tengah sorotan publik terhadap sejumlah OKP yang dinilai lebih fokus pada kepentingan pragmatis jangka pendek. Pidato Gubernur ini lantas dinilai sebagai suntikan otokritik yang mendesak peremajaan mentalitas organisasi.
Ketua Panitia Muswil mengamini tantangan tersebut, menyatakan bahwa agenda utama Muswil adalah merancang program yang benar-benar transformatif, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kalteng saat ini. Pengurus baru harus mampu menjadi jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan Pemprov.
Dibukanya Muswil VI BM PAN menjadi penanda penting bahwa Pemprov Kalteng tidak lagi ingin bermain-main dengan isu kepemudaan. Energi politik kaum muda kini ditagih untuk berkorban, berkarya, dan menjadi penentu, bukan lagi sekadar pemanis di pinggiran panggung pembangunan daerah.
Penulis : Redha
Editor : Andrian