website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

UPT Pelabuhan Perikanan Kumai Bangkitkan Aktivitas Nelayan Usai Cuaca Ekstrem Mereda

Aktivitas nelayan di pelabuhan kumai terpantau sepi. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Aktivitas bongkar muat hasil laut di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Hal ini terjadi setelah sempat melambat akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir beberapa pekan terakhir.

Pada Selasa, 20 Mei 2025, suasana di area pelabuhan tampak mulai bergeliat. Kapal-kapal nelayan bersandar, membawa hasil tangkapan laut yang langsung ditangani para pengepul dan pekerja pelabuhan. Aktivitas ekonomi pun kembali bergerak.

Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Kumai, Didik Sugiarto, mengonfirmasi bahwa dalam sepekan terakhir, arus keluar masuk kapal nelayan mulai mengalami peningkatan. Perlahan namun pasti, geliat sektor perikanan di wilayah tersebut mulai pulih.

“Memang sebelumnya sempat terjadi perlambatan karena gelombang tinggi dan cuaca yang tidak bersahabat. Itu sangat mempengaruhi jadwal melaut nelayan dan frekuensi kapal yang masuk,” ujarnya kepada Intimnews.com, saat ditemui langsung di pelabuhan.

Pasang Iklan

Didik menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan rantai distribusi hasil tangkapan terganggu. Banyak cold storage yang kosong, dan beberapa kegiatan lelang sempat tertunda. Namun kini, suasana mulai kembali normal, meski belum sepenuhnya stabil.

Menurutnya, aktivitas paling signifikan terjadi di pagi hari, saat kapal-kapal nelayan mulai merapat. Di waktu-waktu inilah, kegiatan bongkar muat paling padat terjadi, sekaligus menjadi indikator bangkitnya roda ekonomi pesisir.

Hasil laut yang didaratkan didominasi oleh ikan tongkol dan kembung. Dua jenis ikan ini merupakan komoditas utama yang cukup diminati pasar lokal maupun luar daerah. Permintaan terhadap dua jenis ikan tersebut relatif stabil, bahkan meningkat di tengah pemulihan.

Didik menyebutkan, pelaku usaha perikanan menyambut baik perbaikan cuaca yang terjadi. Mereka berharap situasi ini terus berlangsung agar produksi tangkapan meningkat dan harga jual kembali kompetitif.

“Nelayan sangat tergantung pada kondisi cuaca. Kalau cuaca mendukung, maka nelayan bisa melaut lebih jauh dan hasilnya tentu lebih optimal,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, pihak UPT memastikan seluruh fasilitas pelabuhan tetap dalam kondisi prima. Ruang pendingin, gudang penyimpanan, hingga tempat pelelangan ikan disiapkan agar bisa segera dimanfaatkan tanpa hambatan.

Pasang Iklan

Tak hanya itu, akses distribusi logistik juga diperhatikan. Jalan pengangkutan hasil laut dari dermaga ke kendaraan pengangkut dijaga kebersihannya, guna menjamin kelancaran distribusi dan kualitas produk tetap terjaga.

Pihak UPT juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kapal dan koordinasi dengan pihak BMKG guna memastikan keselamatan pelayaran. Informasi prakiraan cuaca diperbarui secara berkala dan disampaikan kepada nelayan.

Di tengah ketidakpastian cuaca yang masih mungkin terjadi, Didik mengingatkan pentingnya kewaspadaan. UPT tetap mengimbau nelayan untuk tidak memaksakan diri jika kondisi laut dianggap membahayakan.

Meski demikian, optimisme perlahan tumbuh. Geliat ekonomi di kawasan pelabuhan menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir untuk kembali menata kehidupan pasca cuaca ekstrem.

Didik menegaskan, pihaknya akan terus mendukung aktivitas perikanan rakyat dengan pelayanan maksimal. “Kami ingin memastikan pelabuhan ini benar-benar menjadi rumah yang aman dan produktif bagi nelayan dan pelaku usaha,” tandasnya.

Dengan kondisi yang kian membaik, sektor perikanan di Pelabuhan Kumai diharapkan mampu kembali menjadi penopang ekonomi lokal dan menyumbang stabilitas ketahanan pangan berbasis laut di Kalimantan Tengah.

Penulis: Redha
Editor: Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!