INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pos pengawasan di pintu masuk jalan Ahmad Shaleh ruas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama (Kolam) hampir sepekan kosong hanya tersisa tenda serta meubeler saja.
Tidak adanya petugas pengawasan dimanfaatkan oleh truk-truk dengan muatan berat nekat melintas di ruas jalan yang saat ini sedang dalam tahap perbaikan.
Mirisnya truk bermuatan yang ditutup terpal-terpal berwarna hijau itu melintas beriringan.
Akibatnya, di kilometer 2 dan kilometer 3 timbunan yang semula sudah mulus dan nyaman dilalui kendaraan tersebut kembali menjadi lumpur.
Terpaksa kontraktor kembali melakukan penimbunan ulang dititik jalan yang hancur tersebut.
Diketahui, sebelumnya Gubernur Kalimantan Tengah telah melarang untuk sementara waktu truk yang melebihi tonase melintas di ruas jalan tersebut.
Akibat kondisi tersebut, warga kembali mengeluh, dan kekosongan penjagaan di pos dituding menjadi biang nekatnya armada Odol itu kembali melintas.
“Sudah beberapa hari ini pos jaga kosong, jadi armada yang bermuatan berat kembali masuk dan beriringan, ini yang menyebabkan jalan cepat rusak,” kata Tedy, warga Kelurahan Baru di Bundaran Tudung Saji, Kelurahan Baru, Rabu (27/10).
Menurutnya, saat ini pemerintah provinsi sedang berupaya memperbaiki jalan tersebut, dan di beberapa titik jalan beraspal yang hancur ditimbun dengan tanah latrit, dan kemudian akan dilakukan pengaspalan kembali, namun karena truk bermuatan dibiarkan masuk timbunan yang belum padat kembali menjadi bubur.
Dirinya menyesalkan ketidakpedulian para sopir terhadap akses jalan itu, seharusnya demi kebaikan bersama untuk sementara waktu truk bermuatan barang-barang dan bahan bangunan tersebut mengalah dengan memilih jalur melalui Lamandau. (Yusro)