website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Satgas Karhutla Kalteng Genjot Water Bombing, 107 Hotspot Terpantau

Tim Satgas Pemadam Darat BPB-PK Provinsi Kalteng saat melakukan pemadaman di lahan gambut Desa Tumbang Nusa, Kamis, 30 Juli 2026. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Satuan Tugas (Satgas) Pengendali Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat upaya pemadaman di sejumlah wilayah yang menjadi prioritas. Operasi darat dan udara dikerahkan untuk mempercepat penanganan titik-titik kebakaran di tengah cuaca kering yang masih melanda sebagian besar wilayah Kalteng.

Komandan Harian Satgas Pengendali Karhutla Kalteng yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan, seluruh personel telah disiagakan agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Seluruh personel, baik Satgas Udara, Satgas Darat maupun tim pendukung operasi, kami kerahkan secara optimal. Fokus kami memastikan setiap titik api segera terdeteksi dan ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujarnya, Kamis, 30 Juli 2026.

Toyib menjelaskan, musim kemarau yang ditandai minimnya curah hujan dan kondisi lahan yang semakin kering menjadi tantangan utama dalam pengendalian karhutla. Karena itu, patroli udara, pemadaman darat, operasi water bombing, hingga sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan secara bersamaan.

Pasang Iklan

Ia menambahkan, penanganan karhutla juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari BNPB, BMKG, TNI, Polri, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, relawan, hingga masyarakat.

Di sektor udara, Satgas mengerahkan helikopter patroli dan water bombing untuk memantau sekaligus memadamkan titik api. Hasil patroli menunjukkan kebakaran masih terjadi di Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau. Sekitar 9 hektare lahan dilaporkan terbakar, sementara sekitar 15 hektare lainnya masih mengeluarkan asap tebal.

Untuk mempercepat pemadaman, helikopter AS332C1 PK-DAN telah melakukan 72 kali pengeboman air di wilayah Jabiren. Sementara helikopter EH-60A ZK-HKU melakukan 82 kali pengeboman air di kawasan Tumbang Nusa.

Selain operasi udara, tim gabungan yang terdiri atas BPBPK, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, TSAK, Balakar, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan perusahaan juga terus melakukan pemadaman di lapangan.

Saat ini, penanganan difokuskan di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, serta Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Kedua wilayah tersebut masih memerlukan penanganan intensif karena kebakaran di lahan gambut berpotensi menyisakan bara api di bawah permukaan tanah.

Di sisi lain, BPBPK Kalteng juga meningkatkan patroli darat dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di Kota Palangka Raya. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat.

Pasang Iklan

Berdasarkan pemantauan per 30 Juli 2026, terdapat 107 titik panas (hotspot) di Kalteng. Kabupaten Pulang Pisau menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 62 titik, disusul Kota Palangka Raya sebanyak 15 titik.

Meski belum terpantau sebaran asap melalui citra satelit, kondisi lahan yang sangat kering dan prakiraan cuaca dengan potensi hujan rendah hingga awal Agustus membuat risiko kebakaran masih cukup tinggi.

Pemerintah Provinsi Kalteng pun mengajak masyarakat ikut berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor jika menemukan titik api.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!