website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Rosi Dorong Partisipasi Pemilih Muda di PSU Barut

Anggota DPRD Barito Utara, Rosi Wahyuni,usai wawancara.

INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara, Rosi Wahyuni, mendorong generasi muda untuk aktif menggunakan hak pilih pada pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025 mendatang. Ajakan itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik 2025 di Aula Bappedarida Muara Teweh,  (1/8/2025).

Rosi mengatakan bahwa keikutsertaan pemilih pemula dan kelompok muda bukan hanya menentukan hasil pemilu, tetapi juga arah masa depan daerah. Ia menilai partisipasi generasi muda masih perlu diperkuat agar demokrasi berjalan lebih sehat dan berintegritas.

Menurut politisi Partai Hanura tersebut, PSU menjadi momentum penting untuk menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Ia menegaskan bahwa hak suara harus digunakan secara bertanggung jawab dan bebas dari segala bentuk tekanan.

“Sudah saatnya generasi muda ikut menyuarakan pilihannya. Demokrasi akan kuat jika pemilihnya cerdas, jujur, dan berani menolak politik uang,” ujar Rosi, Jumat (1/8/2025).

Pasang Iklan

Ia juga mengingatkan bahwa pesta demokrasi tidak hanya soal memilih, tetapi juga menjaga keamanan dan ketertiban. Rosi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran politik warga.

Sebagai anggota Komisi III DPRD Barito Utara, ia menilai pentingnya menjaga netralitas dan menjunjung tinggi nilai demokrasi yang damai. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak golput dan memilih secara bijak sesuai hati nurani.

“PSU harus kita jalani dengan tertib, damai, dan aman. Setiap suara menentukan masa depan Barito Utara,” katanya.

Rosi berharap kesadaran politik masyarakat terus meningkat menjelang hari pelaksanaan PSU yang tinggal menghitung hari. Ia menegaskan bahwa pemilu yang jujur dan adil hanya dapat terwujud jika seluruh elemen berkomitmen menjaga integritas prosesnya.

Menurutnya, edukasi politik yang berkelanjutan menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah dipengaruhi hoaks maupun tekanan politik. Ia meminta publik tetap kritis, namun tidak terprovokasi isu yang tidak jelas sumbernya.

Dengan adanya sosialisasi pendidikan politik, Rosi optimistis keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok muda, dapat meningkat pada PSU kali ini.

Pasang Iklan

(Shp/MaulanaKawit)

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran