INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Proses belajar mengajar Sekolah Rakyat (SR) tahun ajaran 2025/2026 di Kabupaten Katingan, dijadwalkan akan dimulai pada Agustus 2025. masih menunggu penyelesaian renovasi gedung yang akan digunakan sebagai lokasi utama kegiatan belajar.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Katingan, dr. Robertus Pemuryanto, M.Si, mengatakan bahwa seluruh tahapan seleksi siswa telah selesai dan mendapat persetujuan dari Bupati Katingan. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar belum dapat langsung dilaksanakan karena gedung yang akan digunakan masih dalam proses renovasi.
“Untuk saat ini, gedung yang akan dipakai masih dalam tahap renovasi. Gedung tersebut merupakan eks Hotel Katingan yang kami gunakan dengan status pinjam pakai,” ujar Robertus kepada wartawan saat meninjau lokasi Sekolah Rakyat eks Hotel Katingan Selasa 15 Juli 2025.
Menurut Robertus, Sekolah Rakyat ini akan menampung sebanyak 100 siswa pada tahap awal. Siswa tersebut terbagi dalam dua jenjang pendidikan, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), masing-masing sebanyak 50 siswa.
Setiap jenjang pendidikan akan dibagi menjadi empat rombongan belajar atau rombel. Satu rombel terdiri atas 25 siswa, sehingga setiap kelas diharapkan dapat berjalan secara efektif dan kondusif.
Gedung eks Hotel Katingan yang akan difungsikan sebagai ruang belajar juga akan digunakan sebagai asrama bagi seluruh siswa. Langkah ini diambil untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan terpadu dan terkontrol.
“Pemanfaatan gedung ini bersifat sementara hingga pembangunan gedung permanen yang direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026,” kata Robertus.
Robertus menambahkan, seluruh kebutuhan dasar siswa telah dipersiapkan melalui anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia. Fasilitas yang disediakan meliputi seragam sekolah, tas, sepatu, buku tulis, buku literatur, tempat tidur, hingga jatah makan harian.
Kendati sebagian besar kebutuhan siswa ditanggung oleh anggaran pusat, Pemerintah Kabupaten Katingan tetap memiliki tanggung jawab terhadap operasional harian gedung, termasuk pembiayaan listrik dan akses internet.
“Karena gedung ini masih merupakan aset milik Pemkab Katingan, maka untuk listrik dan jaringan internet kami tanggung selama masa penggunaan,” jelasnya.
Sementara itu, proses rekrutmen tenaga pengajar dan staf administrasi juga telah selesai dilakukan. Saat ini, sudah ada enam orang staf administrasi yang dinyatakan lolos seleksi, termasuk tenaga tata usaha, bendahara, serta wali asrama dan wali asuh.
Para guru yang akan mengajar di Sekolah Rakyat Katingan berasal dari berbagai daerah, baik dari Kabupaten Katingan sendiri maupun dari luar daerah. Namun, untuk jabatan kepala sekolah dipastikan diisi oleh tenaga pendidikan lokal.
“Kami berharap proses renovasi gedung bisa segera rampung agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai tepat waktu dan berjalan lancar,” pungkasnya.
Editor: Andrian