website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Program Cetak Sawah Capai 26 Ribu Hektar, Kalteng Siapkan Petani Masa Depan

Wagub Kalteng, Edy Pratowo melaksanakan panen padi menggunakan Combine Harvester di Lahan OPLA, Ds. Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau beberapa waktu lalu. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai pengembangan lahan pertanian harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar program swasembada pangan berjalan optimal.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng, Edy Pratowo, saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian, Kamis, 6 Agustus 2026.

Edy menegaskan komitmen Pemprov Kalteng dalam mendukung Program Swasembada Pangan Nasional. Ia mengatakan, saat ini pengembangan lahan cetak sawah di Kalteng telah mencapai sekitar 26,4 ribu hektare.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung Program Swasembada Pangan Nasional. Hingga saat ini, pengembangan lahan cetak sawah di Kalimantan Tengah telah mencapai 26,4 ribu hektare,” ujarnya.

Pasang Iklan

Ia menilai, luasnya lahan harus dibarengi dengan petani yang memiliki kemampuan mengelola pertanian secara modern.

“Potensi tersebut harus didukung sumber daya manusia yang mampu mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan,” kata Wagub.

Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden menjelaskan, Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian menjadi salah satu program prioritas melalui Kartu Huma Betang Sejahtera yang mencakup beberapa indikator.

“Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian diselenggarakan untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian melalui program cetak sawah seluas 26.437 hektare, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong pemberdayaan ekonomi melalui Brigade Pangan yang dikelola petani milenial,” ucapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada dukungan seluruh pemerintah daerah. Karena sosialisasi dinilai sangat berpengaruh dalam penjaringan.

“Keberhasilan Program Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dukungan dalam sosialisasi dan penjaringan calon Taruna Tani menjadi kunci keberhasilan program ini,” tandasnya.

Pasang Iklan

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemprov Kalteng, bersama Kementerian Pertanian, dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Pendidikan berlangsung selama satu tahun di Kampus Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, dengan dukungan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!