website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

PD KMHDI Kalteng Gelar FGD, Bahas Krisis Ekologi dan Banjir yang Terjadi

Foto: Kegiatan FGD oleh KMHDI Kalteng

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Krisis Ekologi yang terjadi dalam 10 tahun terakhir ini menjadi pusat perhatian masyarakat Tambun Bungai Kalimantan Tengah, apalagi dengan terjadinya bencana banjir dalam sebulan penuh ini yang melanda sejumlah wilayah yang ada di Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Gunung Mas, Kotawaringin Timur dan Kabupaten Katingan yang mengalami banjir terparah selama ini.

Maka dengan ini, pengurus Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Kalimantan Tengah (PD KMHDI Kalteng) menggelar FGD SUARA KADER di Rumah Juang Intelektual KMHDI Kalimantan Tengah.

Ini merupakan salah langkah baru yang dilakukan oleh Kader KMHDI untuk menyoroti apa yang sedang terjadi di Bumi Tambun Bungai dalam sepekan terakhir ini. Seperti tema yang diangkat dalam FGD ini “Kalteng Krisis Ekologi, Apa Penyebabnya”. Tentu ini relevan dengan apa yang terjadi saat ini yaitu musibah banjir.

Jonedi selaku Kabiro Organisasi PD KMHDI Kalimantan Tengah dan juga sebagai pemantik sekaligus Pegiat dalam FGD Suara Kader ini menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk sama-sama mendengar, berpendapat dan mengupas tuntas bersama pamateri atau pemerhati apa yang menyebabkan Kalteng Krisis Ekologi.

Pasang Iklan

whatsapp image 2021 09 26 at 23.26.36

Dalam FGD ini sendiri ada sisi pro dan kontra, harapannya agar kader tidak hanya melihat dari satu sisi, namun dari berbagai sisi apa yang menyebabkan Kalteng Krisis Ekologi.

Betto selaku Tokoh Muda dan juga sebagai Kabiro Kaderisasi PD KMHDI Kalimantan Tengah yang juga berasal dari Katingan menyoroti apa yang sedang terjadi di Bumi Tambun Bungai Kalimantan tengah terutama krisis Ekologi. Ia juga menyampaikan bencana banjir ini jangan dijadikan ajang tahunan, namun pemerintah perlu mencari solusi atas apa yang terjadi saat ini,

“Saya juga menyampaikan jangan mengkambinghitamkan masyakarat atas terjadinya musibah banjir ini, namun pemerintah perlu mencari solusinya. Banyak faktor penyebab Krisis Ekologi di bumi Tambun Bungai, diantaranya adalagi Hutan di hulu sungai sudah gundul, penumpukan sampah di aliran sungai, dll,” ujarnya.

Sehingga ia pun menyampaikan beberapa Rekomendasi, antara lain :
1. Perlunya Normalisasi sungai yang ada di Kalimantan Tengah.
2. Reboisasi kembali hutan-hutan yang ada di hulu sungai.
3. Pemerintah harus membuat suatu kebijakan terkait dengan larangan membuang sampah plastik di sungai.

Sementara itu di tempat yang sama, Asda Prantina Sumoriasopa Selaku Kabiro penelitian dan pengembangan PD KMHDI Kalimantan Tengah juga menyampaikan bahwa kita jangan sepenuhnya menyalahkan pemerintah hari ini. “Karena hal ini terjadi bukan 1 atau 2 tahun, namun sudah terjadi belasan tahun yang lalu, kita juga harus melihat dari berbagai aspek,” katanya.

Pasang Iklan

Candra Wardana Selaku Ketua PD KMHDI Kalimantan Tengah menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Karena kita sebagai Kader KMHDI sudah selayaknya dan sepatunya kita peduli dengan lingkungan kita saat ini, jangan sampai kita sebagai Kader KMHDI bodo amat dengan musibah yang terjadi saat ini, kira harus menanamkan jiwa senasib sepenanggungan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa bencana banjir yang terjadi tahun ini adalah bukti bahwa terjadinya penggundulan hutan di bagian hulu sungai yang ada di Katingan, Seruyan dan Kotawaringin Timur dan di beberapa wilayah lain.

Ia juga menambahkan, bahwa banjir tidak hanya terlepas dari krisis iklim yang terjadi, namun tak bisa dipungkiri bahwa terjadi deforestasi atau penggundulan hutan di 10 tahun terakhir yang menimbulkan terjadinya kerusakan ekologi di wilayah Kalteng.

“Pemerintah harus bijak dalam memberikan ijin kepada korporasi guna mempertimbangkan keasrian tatanan ekosistem yang kian berkurang akibat krisis ekologi,” pungkasnya.

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan