INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Menjelang berakhirnya bulan Juli 2025, dinamika pasar di Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menjadi sorotan. Pemantauan mingguan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) melalui Bidang Perdagangan menunjukkan gejolak harga bahan pokok (bapok) yang cukup terasa, terutama pada komoditas cabai dan bawang.
Laporan periode 21–25 Juli mencatat adanya lonjakan harga pada beberapa komoditas penting. Bawang Merah menjadi penyumbang kenaikan terbesar setelah mengalami kenaikan 1,82% dari minggu sebelumnya, diikuti oleh Tepung Terigu Segitiga Biru (1,31%), Minyak Goreng Curah (0,14%), dan Kacang Kedelai yang mencatat lonjakan tertinggi mencapai 2,41%.
Namun, kondisi berbalik pada komoditas cabai yang justru mengalami penurunan tajam. Cabai Rawit Merah anjlok hingga 24,18% dari pekan sebelumnya, sementara Cabai Merah Keriting dan Cabai Merah Besar turun masing-masing sebesar 10%. Penurunan ini membuat harga cabai di pasar rakyat menjadi jauh lebih terjangkau dibanding pekan sebelumnya.
Secara detail, harga Cabai Rawit Merah terjun dari Rp85.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Cabai Merah Besar dan Cabai Merah Keriting sama-sama melemah dari Rp70.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. Satu-satunya jenis cabai yang stabil adalah Cabai Rawit Hijau, yang bertahan di angka Rp100.000 per kilogram sepanjang pekan.
Di sisi lain, Bawang Putih yang sempat naik hingga Rp45.000 per kilogram di pertengahan pekan, kembali turun ke Rp40.000 menjelang akhir pekan. Daging Ayam Ras juga mengalami penurunan dari Rp45.000 menjadi Rp42.000 per kilogram. Sementara harga beras, gula pasir, dan telur relatif aman tanpa perubahan berarti.
Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhammad Suhendra, menjelaskan bahwa gejolak harga ini dipicu oleh dinamika pasokan, permintaan, dan distribusi logistik menjelang akhir bulan. “Kami terus melakukan pemantauan agar harga dan stok tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak terdampak signifikan oleh fluktuasi ini,” tegasnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian