intim news
intim news
intim news
intim news
website murah

Nilai Ekspor Kalteng Januari-November 2025 Turun, Neraca Perdagangan Tetap Surplus

Ilustrasi pelabuhan perdagangan ekspor. (Ist)
intim news

INTNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada periode Januari hingga November 2025 mengalami penurunan dari sisi ekspor dan impor. Meski demikian, neraca perdagangan daerah ini masih mencatatkan surplus yang cukup besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti saat pres reales melalui kanal YouTube resmi BPS Provinsi Kalteng, nilai ekspor Kalteng sepanjang Januari-November 2025 tercatat sebesar US$3.152,45 juta. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 12,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Penurunan ekspor juga terlihat secara bulanan. Pada November 2025, nilai ekspor Kalteng tercatat sebesar US$262,05 juta, atau turun 26,47 persen dibandingkan November 2024.

intim news

BPS mencatat, penurunan ekspor paling signifikan terjadi pada sektor pertambangan. Ekspor hasil pertambangan pada Januari-November 2025 tercatat menurun hingga 22,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski mengalami penurunan, komoditas unggulan Kalteng masih didominasi oleh batu bara dan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Selain itu, kayu olahan, kayu lapis, karet remah, serta bijih mineral seperti zirconium, niobium, dan tantalum juga menjadi penyumbang ekspor utama.

Dari sisi negara tujuan, Jepang, India, dan Tiongkok masih menjadi mitra dagang utama Kalteng selama Januari hingga November 2025. Ketiga negara tersebut menyerap sebagian besar komoditas ekspor unggulan dari provinsi ini.

intim news

Sementara itu, nilai impor Kalteng pada periode Januari-November 2025 tercatat sebesar US$35,24 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan cukup dalam, yakni sebesar 36,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Secara bulanan, impor Kalteng pada November 2025 tercatat sebesar US$2,47 juta. Angka ini turun 37,78 persen dibandingkan impor pada November tahun sebelumnya.

BPS mencatat, penurunan impor terbesar secara kumulatif terjadi pada kelompok mesin dan peralatan mekanik serta pupuk. Adapun komoditas impor utama Kalteng meliputi aspal, mesin ekstraksi, mesin freeze dryer, ketel uap, sapi, mesin lainnya, serta mesin motor tempel.

Negara asal impor Kalteng selama Januari-November 2025 didominasi oleh Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Ketiga negara tersebut menjadi pemasok utama berbagai kebutuhan industri dan infrastruktur di daerah.

Agnes menyampaikan bahwa meskipun nilai ekspor dan impor mengalami penurunan, kondisi perdagangan luar negeri daerah masih tergolong kuat. Hal ini tercermin dari neraca perdagangan yang tetap surplus.

“Neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada Januari-November 2025 tercatat surplus sebesar US$3.117,21 juta,” ujar Agnes.

Ia menambahkan, data statistik perdagangan luar negeri ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar perumusan kebijakan ekonomi daerah, khususnya dalam mendorong diversifikasi ekspor dan menjaga stabilitas perdagangan Kalteng ke depan.

“BPS akan terus menyajikan data statistik yang akurat dan tepat waktu sebagai dasar perumusan kebijakan,” pungkasnya.

Editor: Andrian

intim news
Berita Rekomendasi
intim news
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran