website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Menkop Ferry Juliantono: Keadilan Ekonomi Bukan Teori, Tapi Perintah Keimanan

Menteri Koperasi Fery Juliantono saat menghadiri acara Halalbihalal Syarikat Islam Jawa Barat. (Humas)

INTIMNEWS.COM, BANDUNG – Menteri Koperasi (Menkop) yang juga Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI), Ferry Juliantono menegaskan bahwa upaya mewujudkan keadilan ekonomi bukan sekadar konsep teoritis, melainkan perintah keimanan yang wajib dijalankan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri acara Halalbihalal Syarikat Islam Jawa Barat di Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung, Minggu 29 Maret 2026. Ia menekankan bahwa dalam ajaran Islam, kekayaan bukanlah tujuan akhir, tetapi sarana untuk meraih rida Allah SWT.

Menurutnya, kebijakan ekonomi pemerintah saat ini berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an, salah satunya Surah Al-Hashr Ayat 7 yang menegaskan agar kekayaan tidak hanya berputar di kalangan orang kaya.

“Islam tidak melarang umatnya menjadi kaya, tetapi yang luar biasa adalah Islam mengajarkan kita untuk mengharamkan kekayaan itu hanya bergulir di antara golongan kaya,” ujarnya dalam tausyiah.

Pasang Iklan

Ferry menjelaskan, Islam telah menyediakan berbagai instrumen untuk menjaga keadilan ekonomi, seperti zakat, infak, sedekah, serta larangan riba yang dinilai hanya menguntungkan pemilik modal.

Sebagai implementasi, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan program pembangunan 83.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia.

Program tersebut, kata Ferry, menjadi bentuk “dakwah ekonomi” untuk menjadikan masyarakat sebagai pelaku ekonomi, bukan sekadar objek. Koperasi akan berfungsi sebagai penyalur kebutuhan pokok bersubsidi, penampung hasil pertanian dan perikanan, serta instrumen distribusi bantuan sosial.

“Presiden ingin memastikan kekayaan negara tidak hanya dikuasai segelintir orang, tetapi bisa dirasakan hingga lapisan masyarakat paling bawah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ferry juga mengajak kader Syarikat Islam meneladani para pendiri organisasi seperti Haji Samanhudi dan H.O.S. Tjokroaminoto yang dinilai berhasil membangun kekuatan ekonomi dan politik sekaligus pada masa penjajahan.

“Tugas kita sekarang adalah menuntaskan cita-cita para perintis tersebut,” ujarnya.

Pasang Iklan

Sementara itu, Ketua PW Syarikat Islam Jawa Barat, Nandang Koswara, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai fondasi memperkuat persaudaraan umat.

Ia menyebut silaturahmi tidak cukup hanya secara simbolik, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata, salah satunya melalui penguatan ekonomi.

“Untuk mengokohkan silaturahmi, harus diperkuat melalui dakwah ekonomi,” ujarnya.

Nandang juga mengingatkan bahwa banyak tokoh besar di masa awal Islam merupakan pelaku usaha yang memiliki kekuatan ekonomi. Ia pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ferry dalam acara tersebut sebagai bentuk loyalitas terhadap organisasi. (**)

Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran