website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Masjid Shalahuddin UPR Jadi Primadona Berburu Takjil Gratis

Sejumlah mahasiswa dan warga duduk melingkar di teras masjid Shalahuddin UPR sambil menunggu waktu berbuka puasa, Sabtu, 21 Februari 2026. (Shr)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Memasuki bulan Ramadan, Masjid Shalahuddin di kawasan Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menjadi salah satu tempat favorit mahasiswa dan masyarakat untuk berbuka puasa. Setiap sore, halaman hingga bagian dalam masjid dipenuhi jamaah yang datang membawa sajadah dan menunggu waktu magrib bersama.

Masjid yang berada di lingkungan kampus ini memang dikenal terbuka untuk umum. Tidak hanya mahasiswa, warga sekitar juga turut meramaikan suasana. Bahkan, sejak satu jam sebelum azan magrib, jamaah sudah mulai berdatangan untuk mendapatkan tempat.

Salah satu daya tarik utama Masjid Shalahuddin adalah adanya pembagian takjil dan makanan berbuka secara gratis. Menu yang disediakan bervariasi, mulai dari kolak, kurma, air mineral, hingga nasi kotak. Makanan tersebut berasal dari donatur, baik individu maupun kelompok.

Andri, mahasiswa dari UPR, mengaku hampir setiap kali bulan Ramadan selalu berbuka di masjid tersebut. “Kalau Ramadan, saya lebih sering buka di sini. Selain gratis, suasananya juga ramai dan terasa kebersamaannya,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurutnya, berbuka di masjid membuat dirinya lebih disiplin untuk melanjutkan salat berjamaah. “Biasanya setelah buka langsung magrib, lalu lanjut isya dan tarawih. Jadi lebih teratur,” tambahnya.

Bagi mahasiswa perantau, keberadaan buka puasa bersama di masjid ini sangat membantu. Selain bisa menghemat pengeluaran, mereka juga merasakan suasana kebersamaan yang hangat. Tidak sedikit yang datang bersama teman satu kos atau satu kampus.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga merasa nyaman berbuka di Masjid Shalahuddin. Selain lokasinya strategis, area masjid cukup luas untuk menampung banyak jamaah. Pengurus masjid pun mengatur pembagian makanan agar tetap tertib.

Menjelang azan magrib, suasana biasanya hening. Jamaah duduk rapi, sebagian membaca Al-Qur’an, sebagian lainnya berbincang pelan. Ketika azan berkumandang, seluruh jamaah serentak membatalkan puasa.

Setelah berbuka, jamaah melaksanakan salat magrib berjamaah. Sebagian memilih tetap di masjid hingga salat isya dan tarawih, sementara yang lain kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Setiap tahun, jumlah jamaah di Masjid Shalahuddin cenderung meningkat pada pekan pertama Ramadan. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dan mahasiswa untuk meramaikan kegiatan ibadah di masjid kampus tersebut.

Keberadaan Masjid Shalahuddin bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang bertemu dan berbagi. Ramadan menjadi momen yang mempererat hubungan antarjamaah, baik mahasiswa maupun masyarakat umum.

Dengan suasana yang sederhana dan penuh kebersamaan, Masjid Shalahuddin kembali membuktikan diri sebagai salah satu pusat kegiatan Ramadan di Kota Palangka Raya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan