INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH— Pemerintah Kabupaten Barito Utara melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan menggelar buka puasa bersama masyarakat di Masjid Al Muhajirin, Desa Tawan Jaya (SP1), Kecamatan Teweh Selatan, Kamis, 5 Maret 2026. Kunjungan itu menjadi titik ketujuh dalam agenda Safari Ramadan pemerintah daerah.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Barito Utara, pimpinan dan anggota DPRD Barito Utara, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri Muara Teweh, Ketua Pengadilan Agama Muara Teweh, jajaran perangkat daerah, Camat Teweh Selatan, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin mengatakan Safari Ramadan tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Menurut dia, momentum Ramadan perlu dimaknai sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih atas sambutan masyarakat. Momentum ini penting untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan,” kata Shalahuddin dalam sambutannya.
Ia menilai Ramadan membawa pesan kedamaian, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai momentum memperkuat hubungan antarsesama, sekaligus menghilangkan sekat-sekat perbedaan.
Menurut Shalahuddin, ukhuwah islamiyah menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai persaudaraan, kata dia, dapat melahirkan sikap saling menghormati, saling membantu, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan dalam mendukung pembangunan daerah. Menurut dia, tantangan ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan sinergi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Dengan ukhuwah yang kuat, persoalan dapat dicari solusinya bersama dan pembangunan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.
Selain menyoroti pentingnya persatuan, Shalahuddin mengingatkan Ramadan juga mengajarkan empati terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Rasa lapar dan dahaga saat berpuasa, kata dia, semestinya menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi.
Ia berharap kegiatan Safari Ramadan menjadi ruang memperkokoh persaudaraan, memperluas silaturahmi, dan memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan warga.
Kegiatan di Masjid Al Muhajirin berlangsung dalam suasana akrab dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kedekatan dengan masyarakat selama Ramadan.
(Shp/Maulana Kawit)