INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Atraksi silat tradisional Lawang Sakepeng kembali mewarnai Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Provinsi Kalimantan Tengah. Lomba digelar di area Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Senin, 19 Mei 2025.
Lawang Sakepeng merupakan seni bela diri suku Dayak Ngaju yang menampilkan gerakan simbolik di dalam “pintu” kayu melambangkan tantangan dan kebersamaan dalam kehidupan.
Lomba kali ini mempertemukan sebelas kontingen putri dan dua belas kontingen putra dari seluruh kabupaten/kota se‑Kalteng, termasuk Palangka Raya, Kapuas, Murung Raya, dan Kotawaringin Timur.
Juri lomba dipimpin oleh Dreiyano L. Lindan, dibantu Nordiansyah dan Supiansyah. Penilaian mencakup kekompakan, filosofi gerak, dan keselarasan dengan ritme musik tradisional.
Sussy Asty, Kepala Bidang Kesenian dan Tradisi Disbudpar Prov. Kalteng, membuka lomba dengan pesan bahwa “spirit of isen mulang” adalah semangat pantang menyerah dan kebersamaan.
Koordinator lomba, Hendro, menuturkan bahwa tujuan acara ini adalah mempromosikan kearifan lokal hingga tingkat nasional dan internasional.
Dari hasil perlombaan, Kabupaten Pulang Pisau meraih juara pertama kategori putra, sedangkan kategori putri dimenangkan oleh Kabupaten Kapuas. Kabupaten Murung Raya menempati posisi kedua di kedua kategori.
Atraksi ini memukau pengunjung FBIM. Para peserta tampil memadukan ketangkasan, estetika, dan nilai budaya di atas panggung yang dipadati ribuan penonton.
Penyelenggara berharap Lawang Sakepeng terus dilestarikan dan menjadi identitas budaya khas Dayak dalam upaya memperkuat pariwisata dan kebudayaan Kalteng.
Sebagai penutup, kegiatan ini mengingatkan bahwa budaya turun-temurun seperti Lawang Sakepeng adalah cermin keberagaman dan kekayaan nilai lokal yang harus dijaga dan dikembangkan untuk generasi mendatang.
Penulis : Redha
Editor : Maulana Kawit