INTIMNEWS.COM, KUALA KAPUAS – Laga sepakbola Porprov Kalteng ricuh. Kali ini pemain di laga antara Barito Utara melawan Kapuas saling baku hantam di lapangan.
Kericuhan di Stadion 29 November Sampit ini terjadi di babak kedua, sesaat setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-2 . Para pemain terlibat baku hantam di lapangan disusul dengan official tim yang juga ikut masuk ke lapangan ingin meredam keributan.
Pihak keamanan pertandingan dapat segera melerai para pemain dan official kedua tim, sehingga kericuhan dapat segera diredam. Diduga kericuhan tersebut berawal dari para pemain yang tersulut emosi saat bertanding.
“Ya biasa anak muda emosi kalau gak mau disenggol kena kaki ya jangan main bola. Itu wajar kaki kena kaki kesleding ya biasa yang penting di luar pemain jangan ikut- ikut, kalau ikut-ikut ya tersulut emosi,” ujar Ketua Koni Kabupaten Kapuas H Saferaniansyah, Jum’at (28/7/2023).
Kericuhan yang terjadi, lanjutnya, dinilai merugikan tim.
“Ini merugikan bagi kita. Karena meskipun kita menang, ini rugi bagi kita. Karena satu pemain kita Ryan Dwi Saputra kritis. Kemungkinan kekuatan berkurang. Tapi kita siapkan strategi nantinya. Untuk Kapuas (laga lanjutan) berusaha baik dan menang. Tapi dengan sportivitas,” tandasnya.
Kabar dari tim medis menyatakan pemain Kabupaten Kapuas Rian, sudah pulih dan sudah keluar dari rumah sakit dr.Murjani, pukul 08.00 WIB sudah kembali ke tim.
Dari hasil ini, Kapuas berhasil menang 2-1 atas Barito Utara dan memimpin grup C, serta melaju ke babak selanjutnya di Porprov Kalteng.
Editor: Andrian