INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah, M. Zainal, menyampaikan sejumlah pesan penting terkait soliditas dan masa depan organisasi dalam Konferensi XI PWI Barito Utara.
Konferensi tersebut digelar di Aula PWI Kalimantan Tengah, Senin, 3 November, dan dihadiri pengurus serta anggota PWI Barito Utara.
Dalam sambutannya, Zainal mengapresiasi panitia pelaksana serta dukungan pemerintah daerah yang dinilainya turut memastikan konferensi berjalan tertib dan lancar.
Ia menegaskan, konferensi merupakan amanah organisasi yang wajib dilaksanakan setiap tiga tahun sekali di tingkat kabupaten dan kota.
Menurut Zainal, PWI Provinsi Kalimantan Tengah sempat mengusulkan agar masa jabatan pengurus kabupaten dan kota diperpanjang menjadi lima tahun.
Namun, usulan tersebut hingga kini belum mendapatkan persetujuan dari pengurus pusat PWI.
“Ini sudah dua kali kami ajukan sejak 2022 hingga 2023, tetapi belum disetujui. Mudah-mudahan tahun depan bisa kembali kami perjuangkan,” ujar Zainal.
Dalam kesempatan itu, Zainal juga menyoroti hubungan historis antara PWI dan pemerintah yang telah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan.
Ia menyebut, sejak sebelum Indonesia merdeka, para jurnalis telah menjadi bagian dari perjuangan bangsa melalui kerja-kerja informasi dan pers.
Karena itu, menurut dia, hubungan antara PWI dan pemerintah sejatinya bersifat saling membutuhkan dan saling menguatkan.
Zainal juga menyampaikan perkembangan di tingkat nasional terkait dualisme kepengurusan PWI yang sempat terjadi.
Ia menegaskan, persoalan tersebut telah berakhir setelah digelarnya Kongres Persatuan di Cikarang, sehingga seluruh daerah kini kembali berada dalam satu kepengurusan.
Terkait dinamika dalam konferensi, Zainal mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak menjadi pemicu perpecahan di internal organisasi.
“Mungkin pilihan berbeda, tetapi persatuan dan persaudaraan harus tetap dijaga. Siapa pun yang terpilih, itulah keputusan bersama,” katanya.
Zainal juga menyinggung kasus viral di media sosial yang menyeret nama PWI terkait konten seorang oknum bernama M.H. yang mengaku sebagai anggota PWI.
Ia menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan anggota aktif PWI dan hanya pernah mengikuti uji kompetensi wartawan pada 2017.
Menurut Zainal, pihaknya telah meminta klarifikasi dan akan mengajukan pencabutan kartu kompetensi yang bersangkutan ke pengurus pusat.
Menutup sambutannya, Zainal menegaskan komitmen PWI Kalimantan Tengah untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia wartawan.
Ia menyebut, meski pada 2025 belum direncanakan uji kompetensi wartawan, program peningkatan kualitas akan kembali digulirkan pada 2026 melalui berbagai kerja sama, termasuk dengan pihak swasta.
(Shp/Maulana Kawit)
Keterangan Foto: