INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Hingga Kamis, 27 Oktober 2022, kondisi banjir di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat terus meluas. Tercatat ribuan jiwa warga setempat terpaksa harus mengungsi, karena tempat tinggal mereka terendam banjir. Banyak pertokoan ditutup dan listrik sebagian dipadamkan.
Berdasarkan data ada sebanyak 7084 Rumah, 199 Unit Fasilitasi Umum direndam banjir, 8.747 Jiwa Pengungsi dan 3.061 Kepala Keluarga tinggal di pengungsian, 28.801 Jiwa Terdampak Banjir dari 8.900 Kepala Keluarga, di 31 desa di 5 Kecamatan. Banyak pertokoan tutup dan listrik terpaksa sebagian dipadamkan.
Hingga Kamis, 27 Oktober 2022, kondisi banjir di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat terus meluas. Tercatat ribuan jiwa warga setempat terpaksa harus mengungsi, karena tempat tinggal mereka terendam banjir.
Meluasnya wilayah yang terdampak banjir, menurut Penjabat Bupati Kobar Anang Dirjo, kini mencapai 28.801 jiwa terdampak banjir dari 8.900 kepala keluarga.
“Kami sangat berharap banjir ini segera surut. Semua aktivitas masyarakat terganggu akibat meluasnya luapan air Sungai Arut,” ujarnya.
Setiap hari data tambahan masyarakat yang terdampak banjir masuk dalam laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, sampai tanggal 26 Oktober 2022.
“Sebanyak 28.801 jiwa terdampak dari 8.900 kepala keluarga yang bermukim di 31 desa yang ada di 5 Kecamatan se-Kobar,” jelas Anang Dirjo, Kamis (27/10/2022).
Wilayah terparah di Kecamatan Arut Selatan, jumlah desa yang terdampak sebanyak 13 desa, dengan total kepala keluarga yang terdampak banjir 6.837 kepala keluarga, dengan jumlah jiwa sebanyak 21 799 jiwa.
“Banjir di Arut Selatan setiap hari debit air terus naik, sehingga merendam 5.293 rumah dan fasilitas umum sebanyak 167 unit, sementara jumlah masyarakat yang mengungsi pun terus bertambah, kini tercatat 3.057 kepala keluarga atau 8.734 jiwa berada di pengungsian,” ujar Anang Dirjo.
Penjabat Bupati Kobar ini juga menambahkan, banjir di Kecamatan Arut Selatan, bukan saja merendam pemukiman penduduk dan fasilitas umum saja, melainkan merendam akses jalan dalam Kota Pangkalan Bun.
“Keterangan yang diterima dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar, jalan dalam kota Pangkalan Bun mencapai 70 sampai 100 KM terendam banjir. Adapun ruas jalan yang mengalamai banjir mulai dari Jalan Pangeran Antasari, Matnoor, Achmad Yani, wilayah yang masuk di Kelurahan Mendawai, Raja dan Kelurahan Baru. Akibatnya, banyak pertokoan yang tutup,” ungkapnya.
Sementara kondisi banjir di Kecamatan Arut Utara ada 11 desa, dengan jumlah masyarakat yang terdampak sebanyak 744 kepala keluarga atau 2.662 jiwa. Dengan jumlah rumah yang terendam banjir sebanyak 725 unit dan fasilitas umum 9 unit. Untuk masyarakat yang mengungsi ada 4 jiwa dari 1 kepala keluarga.
Kecamatan Kotawaringin Lama, banjir menerjang 5 desa, dengan jumlah masyarakat yang terdampak banjir 4.220 jiwa dari 1.291 kepala keluarga. Untuk rumah yang terendam ada 1.041 rumah serta 18 unit fasilitas umum. Masyarakat yang mengungsi ada 9 jiwa dari 3 kepala keluarga.
Kecamatan Pangkalan Banteng banjir masih terjadi di desa Sungai Hijau. Dan Kecamatan Kumai, banjir melanda Desa Sekonyer, masyarakat yang terdampak banjir sebanyak 120 jiwa dari 28 kepala keluarga. Untuk rumah yang terendam banjir ada 25 unit dan 5 unit fasilitas umum.
“Fokus kami adalah masyarakat yang terdampak banjir, baik yang berada di pengungsian maupun masih bertahan di rumah masing-masing. Kami pastikan pendistribusian bantuan yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak banjir, seperti sembako, air bersih maupun kebutuhan lainnya, selimut maupun alas untuk tidur, kami cepat tanggap,” ujar Anang Dirjo
Sebagian warga di jalan A Yani Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, terpaksa bekerja harus naik getek, pasalnya jalan A Yani sudah direndam banjir.
Boernet salah satu warga Kelurahan Baru mengatakan, sejak terjadi banjir di jalan A Yani, banyak pertokoan yang tutup, bahkan ada sebagian warga yang hendak bekerja terpaksa harus naik Klotok sendiri, pasalnya kalau dipaksakan naik kendaraan sudah tidak memungkinkan lagi.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian