website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Ketua Komisi III DPRD Kotim Desak Pemkab Segera Hibahkan Tanah untuk Pembangunan MAN

Dadang Siswanto, Anggota DPRD Kotawaringin Timur, (Okt)

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta segera menindaklanjuti permohonan hibah tanah untuk pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di wilayah lingkar utara Sampit.

Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang Siswanto menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu segera menyelesaikan persoalan hibah tanah yang telah disampaikan masyarakat.

“Ini adalah aspirasi warga yang telah menghibahkan tanah kepada pemerintah daerah, dengan harapan bisa dibangun sekolah setingkat SMA. Namun, karena kewenangan SMA berada di provinsi, kami dari Komisi III sudah melakukan kunjungan ke Pemprov Kalteng,” kata Dadang, Rabu, 6 Agustus 2025.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambut baik usulan tersebut, namun realisasinya tetap bergantung pada kondisi keuangan daerah.

Pasang Iklan

“Provinsi siap menerima usulan pembangunan, tapi masih mempertimbangkan anggaran. Sementara itu, setiap tahun saat penerimaan siswa baru, warga khususnya di wilayah Baamang kesulitan karena terbatasnya daya tampung sekolah,” jelasnya.

Sebagai alternatif solusi, Komisi III juga telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalteng. Hasilnya, Kemenag menyatakan keseriusannya untuk membangun madrasah di wilayah tersebut.

“Kemenag bahkan telah mengunjungi Sampit dan bertemu dengan kepala daerah. Informasinya, respons dari pemda cukup baik. Kami berharap pemerintah daerah segera menyerahkan aset tanah tersebut kepada Kemenag agar pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya.

Dadang menambahkan, DPRD akan memanggil Bagian Aset Pemkab Kotim dan Dinas Pendidikan untuk meminta kejelasan terkait status tanah hibah dan rencana pembangunan sekolah.

“Surat permohonan hibah dari Kemenag sudah dikirim ke Pemkab Kotim pada 13 Juni 2025. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Padahal, kehadiran sekolah baru akan sangat membantu mengurangi ketimpangan antara jumlah siswa dan rombongan belajar di Sampit,” pungkasnya.

Penulis: Oktavianto
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan