website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kerhutla 792 Hektar, Bupati Kobar Perintahkan Satgas Lindungi Hutan dan Warga dari Asap

Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus menjadi perhatian serius. Di tengah status tanggap darurat, Bupati Kobar Hj. Nurhidayah memerintahkan Satgas Karhutla mempercepat penanganan untuk melindungi hutan dan masyarakat dari dampak kebakaran serta asap.

Instruksi itu disampaikan Hj. Nurhidayah saat memimpin Apel Tanggap Darurat Karhutla 2026 di halaman Kantor Bupati Kobar, Minggu (16/8/2026) pagi. Apel menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh unsur dalam menghadapi ancaman karhutla.

Berdasarkan data Posko Induk Tanggap Darurat Karhutla hingga 16 Agustus 2026, tercatat 417 titik panas atau hotspot di Kobar. Dari jumlah tersebut, terdapat 173 kejadian kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 792,44 hektare.

Besarnya luasan lahan yang terbakar membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial. Hj. Nurhidayah meminta setiap unsur yang tergabung dalam satgas bergerak berdasarkan informasi yang akurat dan segera mengambil tindakan ketika ditemukan potensi kebakaran.

Pasang Iklan

“Karena itu, kita harus bekerja lebih cepat, lebih terkoordinasi dan lebih terukur,” ujar Hj. Nurhidayah.

Apel tersebut diikuti TNI-Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Manggala Agni, KPHP, BKSDA, Taman Nasional Tanjung Puting, unsur SAR, perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan hingga dunia usaha.

Menurut Hj. Nurhidayah, seluruh kekuatan tersebut harus bekerja dalam satu koordinasi. Prinsip satu komando, satu data dan satu tujuan harus menjadi pegangan agar penanganan di lapangan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Seluruh unsur harus bergerak dalam satu koordinasi dan satu tujuan, yaitu mencegah kebakaran meluas, melindungi masyarakat, dan menjaga lingkungan Kabupaten Kotawaringin Barat,” tegasnya.

Ia juga meminta perlindungan terhadap hutan, lahan gambut, kawasan konservasi serta ekosistem penting lainnya diperkuat. Pencegahan dinilai sama pentingnya dengan pemadaman agar sumber kebakaran tidak terus bermunculan.

Bupati mengingatkan api yang sudah dipadamkan harus dipastikan benar-benar tuntas. Jangan sampai bara kembali menyala dan menghasilkan asap yang mengancam kenyamanan serta keselamatan masyarakat.

Pasang Iklan

“Kita tidak boleh hanya memadamkan api yang sudah terjadi, kita harus mencegah munculnya api baru,” katanya. Hj. Nurhidayah juga meminta seluruh personel tetap waspada, memperkuat koordinasi dan menjadikan keselamatan petugas sebagai prioritas dalam setiap operasi karhutla.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!