INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah mengapresiasi langkah Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menambah bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kobar. Jumlah bantuan sembako yang semula disiapkan 5.000 paket ditingkatkan menjadi 7.500 paket.
Menurut Nurhidayah, tambahan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap kondisi masyarakat Kobar yang ikut merasakan dampak karhutla dan kekeringan. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada masyarakat Kobar,” ujar Nurhidayah.
Bantuan sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Lapangan Sampuraga Lama, Pangkalan Bun, Selasa, 6 Oktober 2026. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 1 liter minyak goreng.
Nurhidayah mengatakan penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Masyarakat yang terdampak juga membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama ketika asap dan kekeringan memengaruhi aktivitas sehari-hari.
“Penanganan dampak karhutla dan kekeringan ini tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman api, tetapi juga perlu diikuti dengan langkah-langkah perlindungan dan pemulihan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan Pemkab Kobar bersama Satgas Karhutla terus melakukan penanganan di sejumlah lokasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan titik api dapat dikendalikan dan tidak berkembang hingga mendekati kawasan permukiman.
Namun, Nurhidayah mengakui petugas masih menghadapi kendala di lapangan. Keterbatasan sumber air menjadi salah satu persoalan, ditambah sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
“Meski ada kendala di lapangan, Tim Satgas Karhutla terus berupaya keras agar titik api dapat dipadamkan dan tidak menyebar ke permukiman warga,” ujar Nurhidayah.
Selain bantuan sembako, dukungan pemerintah provinsi juga mencakup Bantuan Langsung Tunai Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) Tahap II sebesar Rp250 ribu untuk 7.500 keluarga penerima manfaat di Kobar. Menurut Nurhidayah, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa sulit akibat dampak karhutla dan kekeringan.
Nurhidayah menegaskan Pemkab Kobar akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan seluruh unsur terkait dalam menangani karhutla. Ia berharap dukungan lintas pemerintahan dapat mempercepat penanganan di lapangan sekaligus mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian