INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kemarau panjang mulai terasa di pasar sayuran Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Harga sejumlah komoditas naik tajam, dengan timun mencapai Rp35 ribu dan terong Rp40 ribu, sementara pedagang mengeluhkan pembeli yang semakin sepi.
Murni, pedagang sayur di Pasar Palagan Sambi, mengatakan kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas yang dijualnya. Timun yang sebelumnya hanya sekitar Rp10 ribu kini mencapai Rp35 ribu.
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada terong. Sayuran yang biasanya dijual sekitar Rp12 ribu itu kini mencapai Rp40 ribu.
“Timun Rp35 ribu, sebelumnya Rp10 ribu. Terong Rp40 ribu, biasanya Rp12 ribu,” kata Murni, Kamis, 24 September 2026.
Harga cabai juga berada di kisaran Rp130 ribu. Sementara sejumlah sayuran yang sebelumnya dijual sekitar Rp3 ribu kini mencapai Rp5 ribu.
Kacang panjang, misalnya, kini dijual Rp5 ribu dari sebelumnya Rp3 ribu. Namun, kenaikan harga itu diikuti pengurangan jumlah dalam setiap ikatan.
“Kacang panjang Rp5 ribu, biasanya Rp3 ribu, tapi hanya beberapa biji saja. Kalau sayuran kan diikat, tidak ditimbang,” ujar Murni.
Persoalan lain muncul dari sisi pembeli. Murni mengatakan aktivitas pasar pada pagi hari kini lebih sepi dibanding biasanya. Kondisi itu, menurut dia, mulai terasa ketika asap karhutla menyelimuti sejumlah wilayah.
“Biasanya pagi begini sudah ramai. Semenjak asap karhutla jadi sepi,” katanya.
Murni menduga kondisi asap membuat sebagian pelanggan enggan datang ke pasar. Dugaan tersebut merupakan pengamatan pedagang dan belum didukung data mengenai perubahan jumlah pengunjung pasar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kobar Ftriyana mengatakan ketersediaan bahan pokok dan bahan penting (Bapokting) di Kobar masih aman. “Insyaallah aman untuk ketersediaan bahan pokok dan penting (Bapokting) di Kobar,” kata Ftriyana saat dikonfirmasi.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian