INTIMNEWS.COM, KASONGAN — Pemerintah Kabupaten Katingan melalui Asisten I Setda GH. Edward Dodi membuka secara resmi kegiatan penguatan kelembagaan pengawas pemilihan umum bersama mitra kerja Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Katingan, Rabu (20/8/2025). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya menyiapkan pengawas pemilu yang profesional dan independen, menjelang agenda politik lima tahunan.
Edward dalam sambutannya menegaskan, pengawasan pemilu bukan sekadar formalitas birokrasi. Ia menekankan, pengawas pemilu menjadi penopang utama demokrasi yang sehat, karena mereka memastikan proses politik berjalan sesuai aturan, transparan, dan akuntabel.
“Pemilu adalah pilar utama demokrasi. Di dalamnya, pengawas memegang peranan strategis untuk memastikan proses berjalan langsung, jujur, dan adil. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan pengawas harus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Edward menekankan, keberhasilan pengawasan pemilu tidak bisa dicapai sendirian. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kepemudaan, lembaga masyarakat, dan media massa. Sinergi ini, menurutnya, akan memastikan setiap tahapan pemilu berjalan tertib, aman, dan diterima semua pihak.
“Mewakili Pemkab Katingan, kami berkomitmen mendukung efektivitas pengawasan melalui fasilitasi, harmonisasi kebijakan, dan dukungan kelembagaan sesuai kewenangan yang dimiliki,” ujarnya. Edward menambahkan, pengawasan pemilu yang kuat bukan hanya soal mekanisme, tetapi juga soal integritas dan dedikasi para pengawas di lapangan.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Komisi II DPR RI yang turut mendukung pelaksanaan penguatan kelembagaan pengawas pemilu. Dukungan legislatif, kata Edward, menjadi modal penting agar pengawas pemilu dapat bekerja secara profesional dan independen, tanpa tekanan politik maupun kepentingan tertentu.
Dalam kegiatan sehari itu, peserta mengikuti sejumlah sesi pembekalan. Materi yang disampaikan meliputi mekanisme pengawasan, regulasi pemilu, serta strategi koordinasi antar lembaga pengawas. Edward berharap, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di lapangan.
“Demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud bila pengawas bekerja dengan profesional, sinergis, dan berintegritas. Masyarakat menunggu bukti nyata dari semua pihak,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat Pemkab Katingan, anggota Bawaslu Kabupaten, tokoh masyarakat, pemuda, dan media. Suasana kegiatan berlangsung serius, namun hangat, dengan interaksi antara peserta dan narasumber yang aktif mempertanyakan tantangan pengawasan di daerah.
Dengan penguatan ini, Pemkab Katingan berharap pengawas pemilu mampu menghadapi berbagai dinamika politik, termasuk kampanye, penghitungan suara, dan sengketa pemilu. Tujuannya agar seluruh tahapan pemilu berjalan lancar, aman, dan diterima masyarakat, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan prinsip demokrasi yang sehat, transparan, dan akuntabel. (Bitro/Maulana Kawit)