intim news
intim news
intim news
intim news
website murah

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Palangka Raya Capai 43 Korban

Kepala Dinas DP3APPKB Kalteng, Linae Victoria Aden saat diwawancarai awak media usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Kalteng, Senin, 5 Januari 2025. (Shr)
intim news

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kota Palangka Raya masuk dalam tiga besar daerah dengan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2025.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalteng, di Palangka Raya tercatat sebanyak 43 korban kekerasan di ibu kota provinsi tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 korban merupakan anak-anak, sementara 17 korban lainnya adalah perempuan dewasa.

intim news

Meski berstatus sebagai kota, kasus kekerasan masih menjadi persoalan serius yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

Kepala DP3APPKB Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, mengatakan bahwa tingginya angka kekerasan yang tercatat salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya laporan dari masyarakat.

“Data ini terlihat tinggi karena berdasarkan hasil laporan masyarakat. Ini menunjukkan mulai tumbuhnya keberanian untuk melapor,” ujar Linae, Jumat, 9 Januari 2025.

intim news

Ia menegaskan, pelaporan sangat penting agar pemerintah dapat mengambil langkah dan solusi yang tepat dalam menangani setiap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami mendorong masyarakat untuk tidak takut melapor. Dengan adanya laporan, kasus dapat ditangani, korban mendapatkan pendampingan, dan upaya pencegahan bisa dilakukan,” jelasnya.

Linae menambahkan, kekerasan yang terjadi tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga kekerasan psikis dan seksual, yang masih menjadi jenis kekerasan paling dominan di Kalteng.

Menurutnya, faktor penyebab kekerasan sangat beragam, mulai dari persoalan ekonomi, tekanan sosial, hingga pola asuh yang keliru dalam keluarga, sehingga penanganannya membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Untuk menekan angka kekerasan tersebut, DP3APPKB Kalteng terus memperkuat kolaborasi dengan kepolisian, organisasi profesi hukum, kementerian agama, serta instansi terkait lainnya.

“Perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula solusi dapat diberikan,” pungkasnya.

intim news
Baca juga
intim news