website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Karhutla Kobar Makin Mengganas, Lanud Iskandar Siagakan Tim 24 Jam

Petugas saat memadamkan api karhutla di Kobar. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, semakin mengkhawatirkan. Hingga 31 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat 275 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 1.717,458 hektare.

Lonjakan terbesar terjadi pada Agustus. Dalam satu bulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar mencatat 1.508,91 hektare lahan terbakar. Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan pengerahan personel secara terus-menerus.

Komandan Lanud (Danlanud) Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, M.Han., mengatakan personel Satgas Penanggulangan Karhutla Lanud Iskandar disiagakan selama 24 jam untuk membantu pemadaman di lapangan.

“Anggota saya di lapangan harus siap 24 jam bertugas padamkan karhutla. Tim dibagi tiga shift, tiap shift kerja delapan jam,” ujar Nugroho, Selasa (1/9/2026).

Pasang Iklan

Menurut dia, pembagian personel dalam tiga shift dilakukan agar kesiapsiagaan tetap terjaga dan anggota dapat bekerja secara optimal dalam menghadapi karhutla. Selain kesiapan personel, koordinasi dengan seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla juga menjadi hal penting.

“Kolaborasi komunikasi dengan Satgas Karhutla sangat dibutuhkan,” katanya. Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai lokasi kebakaran dan kebutuhan penanganan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Nugroho juga menaruh perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan personel yang bertugas. Ia mengatakan, masker medis yang sebelumnya digunakan anggota Satgas Penanggulangan Karhutla Lanud Iskandar telah diganti dengan masker respirator yang dilengkapi kacamata.

Penggantian perlengkapan tersebut dilakukan setelah kondisi di lapangan dipenuhi debu akibat kebakaran yang mengganggu penglihatan petugas. “Semata-mata karena demi keselamatan dan kesehatan mereka di lapangan,” ujar Nugroho.

Sementara itu, data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 1.160 titik panas terdeteksi di Kobar hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.033 titik panas di antaranya muncul sepanjang Agustus, dengan Arut Selatan menjadi wilayah terbanyak, yakni 762 titik, disusul Kumai 197 titik.

Di tengah meningkatnya ancaman tersebut, tim gabungan bersama Satgas Karhutla terus melakukan pemadaman dan pengendalian api, termasuk di kawasan Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Km 15. Dengan luasan terbakar yang telah mencapai 1.717,458 hektare, kesiapsiagaan personel selama 24 jam dan koordinasi lintas unsur menjadi bagian penting untuk mencegah karhutla semakin meluas.

Pasang Iklan

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!