INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pelaksanaan Doa Kebangsaan Lintas Agama yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata tidak hanya berdimensi sosial dan spiritual, tetapi juga memiliki makna strategis dalam mendukung pembangunan sektor pangan daerah. Kegiatan ini dipandang vital dalam memperkuat rasa aman dan harmoni yang menjadi prasyarat ketahanan pangan.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini berlangsung pada hari Selasa (02/09/2025).
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Hanpang) Provinsi Kalteng, Agus Candra, menanggapi langsung pelaksanaan doa lintas agama tersebut.
Menurut Agus Candra, kegiatan kebangsaan ini memiliki makna yang erat kaitannya dengan upaya pembangunan sektor pangan di Kalteng.
“Ketahanan pangan tidak hanya soal produksi dan distribusi, tetapi juga soal rasa aman, kebersamaan, dan harmoni di masyarakat,” ujar Agus Candra.
Ia menegaskan, kerukunan dan persatuan umat beragama serta suku adalah fondasi utama yang harus dijaga agar seluruh program pembangunan, termasuk di bidang pangan, dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Pentingnya harmoni ini disebabkan karena pembangunan ketahanan pangan sering kali membutuhkan kolaborasi lintas komunitas yang memanfaatkan sumber daya lokal.
Melalui doa lintas agama, seluruh elemen masyarakat Kalteng diingatkan bahwa persatuan dan kerukunan adalah kunci keberhasilan kolektif.
Agus Candra menambahkan, masyarakat yang hidup rukun akan lebih mudah berkolaborasi dalam membangun ketahanan pangan daerah.
Contoh kolaborasi yang dimaksud Agus Candra adalah kerja sama antar komunitas dalam pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan maupun pemanfaatan sumber daya pangan lokal secara adil dan merata.
Kegiatan Doa Kebangsaan ini, yang juga dihadiri oleh tokoh adat dan tokoh pemuda, menjadi simbol komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan sektor pangan didukung oleh stabilitas sosial yang kuat.
Penulis : Suhairi
Editor : Maulana Kawit