website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kadin Kobar Wanti-wanti Lonjakan Harga, Infrastruktur Daerah Bisa Ikut Terdampak

Ketua Kadin Kobar Gusti M Hadiansyah. (Yus)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kotawaringin Barat (Kobar) mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai lonjakan harga sejumlah kebutuhan usaha yang berpotensi berdampak terhadap pembangunan infrastruktur.

Ketua Kadin Kobar Gusti M Hadiansyah mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian di tengah karhutla yang masih terjadi serta persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Situasi itu dinilai dapat memberikan tekanan terhadap biaya operasional dan harga berbagai kebutuhan di lapangan.

Menurut Gusti, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kebutuhan masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Karena itu, pemerintah dinilai perlu melakukan evaluasi agar perkembangan harga tetap sejalan dengan kondisi riil di lapangan.

“Kami menginginkan kebersamaan dengan pemerintah untuk melakukan evaluasi harga-harga yang ada di Kabupaten Kobar, terutama harga bahan bangunan dan konstruksi,” kata Gusti, Jumat.

Pasang Iklan

Ia menyebut sejumlah komponen seperti semen, minyak dan aspal perlu mendapat perhatian. Ketiga bahan tersebut memiliki keterkaitan dengan pekerjaan konstruksi sehingga perubahan harganya dapat berpengaruh terhadap biaya pembangunan infrastruktur daerah.

Gusti menilai evaluasi perlu dilakukan sejak awal dan tidak menunggu sampai terjadi persoalan yang lebih besar. Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui apakah harga satuan yang menjadi acuan masih relevan dengan harga aktual yang dihadapi pelaku usaha.

“Pada prinsipnya belum ada indikasi, tetapi kita harus mulai dari sekarang. Harga satuan perlu dievaluasi dan direview,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengecekan langsung ke lapangan penting dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan cukup jauh antara harga satuan pemerintah dengan harga yang berkembang di dunia usaha. Jika terdapat selisih signifikan, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

Selain sektor konstruksi, gejolak harga juga dikhawatirkan memberikan tekanan kepada pedagang, pelaku UMKM serta sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Karena itu, Kadin mendorong pemerintah tidak hanya melihat satu sektor, tetapi memantau perkembangan harga secara menyeluruh.

Gusti berharap pemerintah daerah dan dunia usaha dapat membangun koordinasi yang lebih erat dalam menghadapi kondisi tersebut. Antisipasi sejak dini dinilai penting agar kenaikan harga tidak menghambat aktivitas usaha sekaligus tidak memberikan dampak lebih besar terhadap keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Kobar.

Pasang Iklan

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!