website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Jaga Kobar Tetap ‘Biru’, Pemda Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Karhutla

Bupati Kobar, Hj Nurhidayah saat meninjau penanganan karhutla. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di tengah kondisi kemarau.

Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh unsur. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan TNI/Polri, BPBD, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, PMI, organisasi kemasyarakatan hingga dunia usaha terus diperkuat.

Menurut Nurhidayah, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga Kotawaringin Barat tetap aman dan mengupayakan kondisi udara tetap baik sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa terganggu dampak karhutla dan asap.

“Penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Semua unsur memiliki peran masing-masing untuk menjaga Kobar tetap aman,” ujar Nurhidayah, Jumat (4/9/2029).

Pasang Iklan

Ia menjelaskan, upaya penanganan dilakukan mulai dari pencegahan, pemantauan wilayah rawan, patroli hingga pemadaman ketika ditemukan titik api. Kecepatan penanganan menjadi penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan api dan lahan yang terbakar. Dampak asap juga harus diantisipasi karena dapat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan maupun pelayanan publik.

Karena itu, Pemkab Kobar terus memperhatikan kondisi udara dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat. Termasuk dalam sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan berjalan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Nurhidayah menegaskan, apabila kondisi asap masih pekat dan kualitas udara tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, kegiatan belajar dapat dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan tersebut bukan berarti kegiatan pendidikan diliburkan, melainkan sebagai bentuk penyesuaian agar proses belajar tetap berlangsung sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Pendidikan tetap berjalan. Kalau kondisi asap masih pekat dan tidak memungkinkan untuk tatap muka, bisa dilakukan PJJ. Jadi bukan diliburkan, tetapi pembelajaran disesuaikan dengan kondisi,” katanya.

Selain pendidikan, pemerintah juga memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan persoalan kesehatan masyarakat menjadi perhatian. Sinergi lintas sektor terus diperkuat agar dampak karhutla dapat ditekan dan masyarakat mendapatkan perlindungan yang diperlukan.

Pasang Iklan

Nurhidayah berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Dengan kolaborasi pemerintah, aparat, masyarakat, dunia usaha dan seluruh unsur terkait, Kobar diharapkan tetap kondusif, aktivitas masyarakat berjalan dan daerah tetap “biru” di tengah ancaman karhutla.

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!