INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Duka mendalam kembali menyelimuti Kesultanan Kutaringin, Kabupaten Kotawaringin Barat. Salah satu tokoh penting, Pangeran Muasjidinsyah bin Sultan Kotawaringin XIV, berpulang ke rahmatullah pada Senin, 18 Agustus 2025 pukul 13.50 WIB. Beliau meninggal dunia di usia 77 tahun setelah berjuang melawan sakit paru-paru yang dideritanya, usai menjalani perawatan selama 18 hari di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Almarhum lahir di Istana Kuning, Pangkalan Bun, pada tahun 1948. Beliau merupakan putra keempat dari sembilan bersaudara, putra dari Sultan Kotawaringin XIV Pangeran Ratu Almsyah atau Pangeran Muhammad Imanudin. Sejak muda, Pangeran Muasjidinsyah dikenal sebagai sosok yang rendah hati, penuh hormat kepada orang tua, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya Kesultanan.
Semasa hidupnya, almarhum menorehkan jejak panjang pengabdian. Ia pernah mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat hingga memasuki masa purna tugas.
Di samping itu, beliau juga dipercaya memegang amanah sebagai Menteri Luar Kesultanan Kotawaringin, sebuah jabatan penting yang diberikan langsung oleh kakandanya, Sultan Kotawaringin XV Pangeran Ratu Alidin Sokma Alsyah. Sosok sang kakanda sendiri baru saja wafat sekitar 45 hari lalu, sehingga duka Kesultanan terasa semakin dalam.
Dalam lingkup keluarga, almarhum meninggalkan seorang istri yang setia mendampingi, tiga orang putra-putri yang menjadi kebanggaan, serta tujuh cucu yang selalu menghadirkan keceriaan di hari tuanya. Kehangatan beliau, sikap bijak, dan kasih sayang yang tulus akan selalu dikenang sebagai warisan berharga bagi keluarga dan keturunannya.
“InsyaAllah, almarhum dimakamkan hari ini, Selasa 19 Agustus 2025, di pemakaman Kesultanan Kotawaringin Gubah Kuta Batu Indra Kencana,” ujar Juru Bicara Kesultanan, Gusti Ahmad Noor Selamat, Selasa (19/8).
Prosesi pemakaman dilaksanakan dengan penuh penghormatan dan tata cara adat Kesultanan Kutaringin, sebagai wujud penghargaan atas jasa serta pengabdian beliau semasa hidup.
Kepergian Pangeran Muasjidinsyah tidak hanya menjadi duka bagi keluarga besar Kesultanan, tetapi juga bagi masyarakat Kotawaringin Barat. Doa dan belasungkawa mengalir deras dari Pejabat, kerabat, sahabat, hingga masyarakat luas. Semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilaf, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan iman.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian