INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kemunculan seekor orangutan liar di sebuah kebun sawit milik warga di Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), membuat heboh masyarakat setempat.
Hewan langka yang dilindungi tersebut terlihat sedang berada di semak pohon dan tampak mengamati lingkungan sekitar dengan tenang. Video kemunculan orangutan ini pun langsung direkam oleh warga yang berada di lokasi.
Salah satu warga, Taufik, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar kabar dari kerabatnya yang melihat orangutan tersebut pada saat hendak memeriksa kebunnya. Menurutnya, kemunculan orangutan tersebut sangat mengejutkan, namun warga tetap berhati-hati dan tidak mengganggu hewan tersebut.
“Kerabat kami jaga jarak karena tahu ini hewan dilindungi, jadi cukup kami amati dan rekam dari jauh,” ujar Taufik, saat dikonfirmasi, Rabu (30/7).
Kabar ini cepat menyebar di media sosial dan menjadi perbincangan hangat. Banyak warga yang penasaran untuk melihat langsung keberadaan orangutan tersebut. Meski begitu, warga tetap diminta tidak mendekati apalagi mencoba berinteraksi dengan hewan tersebut demi keselamatan bersama.
Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangkalan Bun Dendi Sutiadi saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya akan segera menurunkan tim ke lokasi.
“Kami akan segera turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran laporan ini dan memastikan kondisi orangutan tersebut,” ujarnya singkat.
BKSDA juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan orangutan maupun dirinya sendiri. Jika benar ditemukan, orangutan tersebut akan dievakuasi ke tempat yang lebih aman agar tidak terjadi konflik dengan manusia maupun kerusakan lingkungan sekitar.
Kemunculan orangutan di kawasan kebun sawit bukanlah hal baru di wilayah Kobar. Hal ini menunjukkan bahwa habitat asli satwa langka tersebut semakin terdesak akibat alih fungsi lahan.
Pemerintah dan masyarakat pun diharapkan semakin peduli terhadap keberadaan satwa liar dan kelestarian hutan sebagai rumah mereka yang sebenarnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian