INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kemandirian dalam menghadapi tantangan zaman.
Bupati Kobar Hj Nurhidayah menegaskan bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai tekad bersama untuk terus bergerak maju membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Nurhidayah, semangat Hari Kebangkitan Nasional harus mampu menjadi energi kolektif yang menyatukan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, generasi muda, pelaku usaha hingga tokoh masyarakat.
Ia menilai, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, masyarakat harus tetap menjaga nilai kebersamaan dan kepedulian sosial sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia.
“Makna kebangkitan hari ini adalah bagaimana kita mampu bangkit bersama, menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan terus bekerja untuk kemajuan daerah. Semangat itu harus hidup dalam setiap langkah pembangunan,” ujar Nurhidayah di Pangkalan Bun, Rabu (20/5).
Ia juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam meneruskan cita-cita perjuangan para pendahulu bangsa. Menurutnya, pemuda saat ini harus menjadi generasi yang adaptif, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Pendidikan, inovasi, dan semangat berkarya disebut menjadi kunci penting dalam menciptakan masa depan Kotawaringin Barat yang lebih maju dan berdaya saing.
Tidak hanya itu, Nurhidayah mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai refleksi bersama agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan maupun arus informasi yang menyesatkan. Ia berharap masyarakat tetap menjaga harmoni, toleransi, serta terus mendukung program pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Kobar pun berlangsung penuh khidmat dan sarat makna. Semangat kebangkitan yang digaungkan diharapkan tidak berhenti sebatas seremoni tahunan, melainkan menjadi dorongan nyata untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian