website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Harga Telur Lokal di Kobar Anjlok, Peternak: Kami Rugi! Harga Pakan Tidak Ikut Turun

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Nur Halifah, salah seorang peternak ayam petelur di Sungai Tendang Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, berkeluh kesah soal kerugian yang dialaminya gara-gara murahnya harga telur.

Saat ini, kata Nur Halifah, harga telur ayam per dos yang yang ukuran besar sekitar Rp 470 ribu. “Dulunya masih harga Rp 540 ribu,” ucapnya,

“Lalu untuk ukuran tanggung yang dulunya Rp 500 ribu sekarang menjadi Rp 450 ribu, sementara yang kecil dulunya harga Rp 470 ribu menjadi Rp 410 ribu,” kata Nur Halifah, saat dikonfirmasi di lokasi, Senin (01/11/2021).

Menurutnya, penyebab turunnya harga telor lokal anjlok adalah akibat banyaknya pasokan telur dari Jawa. Hal ini membuat harga telur lokal menjadi turun.

Pasang Iklan

Meski harga telur turun, hal ini tidak diimbangi dengan turunnya harga pakan ayam.

Akibatnya, hampir tiap hari selama sebulan ini, dia mengaku mengalami kerugian, bahkan harga pakan ayam pun juga mengalami kenaikan per sak sekarang sudah Rp 350 ribu.

Nur Halifah menuturkan, imbas dari anjloknya harga telur di pasaran tak hanya dialami oleh dirinya, tetapi juga peternak ayam petelur lokal lainnya yang ada di Kobar.

“Dari kawan-kawan peternak kecil macam saya ini semua pada ngeluh, harga telur turun drastis, harga pakan enggak ada turunnya. Jadi kalau untuk per hari beli pakan kita masih kurang,” ungkapnya.

“Soal harga telur sangat turunnya drastis, jadi untuk pembelian makanan pun kurang cocok dari penghasilannya,” ucapnya.

Pasang Iklan

Ia menyampaikan, supaya peternak ayam bisa lebih “bernapas”, dia berharap agar harga telur lokal bisa seperti semula.

“Ke depannya sih mudah-mudahan bisa standar lagilah. Jadi kalau untuk peternak-peternak kecil enggak keberatan,” harapnya. (Yus)

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran