INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memantau perkembangan harga bahan pokok pasca Hari Raya Idulfitri, terutama komoditas yang memberi andil terhadap inflasi daerah, Senin (6/4/2026).
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menyampaikan bahwa komoditas seperti cabai (lombok) dan daging ayam ras masih menjadi penyumbang utama inflasi.
Menurutnya, kenaikan harga terjadi sejak menjelang Lebaran akibat lonjakan permintaan masyarakat, dan hingga saat ini beberapa komoditas belum mengalami penurunan signifikan.
“Ya, harga yang terpantau hari ini merupakan harga saat Hari Raya Idulfitri kemarin yang mengalami peningkatan. Cabai dan daging ayam terutama yang masih belum turun harganya,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional Kota Palangka Raya, harga daging ayam ras masih bertahan di kisaran Rp 40 ribu per kilogram dan belum menunjukkan penurunan setelah Lebaran.
Para pedagang mengakui kenaikan harga ayam terjadi karena tingginya permintaan saat hari besar keagamaan serta pasokan yang sempat terbatas di tingkat distributor.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mencatat inflasi bulanan pada Maret 2026 sebesar 0,54 persen, yang dipicu terutama oleh kenaikan harga bahan pangan menjelang Idulfitri.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil sekitar 0,46 persen terhadap kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain beras, cabai rawit, daging ayam ras, ikan nila, bensin, dan tomat, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi daerah.
Sementara itu, pada periode sebelumnya BPS juga mencatat beberapa komoditas yang sempat menahan laju inflasi atau mengalami penurunan harga, seperti bawang merah dan cabai rawit pada awal tahun 2026.
“Dari data BPS, memang cabai juga mengalami peningkatan,” tuturnya.
Pemprov terus melakukan langkah pengendalian inflasi melalui pemantauan harga, menjaga distribusi pasokan, serta pelaksanaan operasi pasar guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
“Laporan ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah dan solusi terbaik ke depan,” ujarnya.
Di sisi lain, petani lombok di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya, Rivaldi, mengungkapkan bahwa pada panen bulan April ini harga jual cabai di tingkat petani mengalami kenaikan.
“Terakhir kami jual lombok satu kilogram di harga Rp70 ribu, sebelumnya hanya Rp40 ribu sampai Rp50 ribu,” tutupnya.
Penulis: Redha
Editor: Andrian