INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Gorong-gorong yang tak sanggup membuang air pasang laut dituding jadi penyebab banjir yang melanda permukiman warga di Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (23/5/2022).
“Masalahnya tidak ada gorong-gorong sama pembuangannya. Kalau buangannya ada dua atau tiga lubang saja, mungkin enggak banjir,” ujar warga Desa Tanjung Putri, Aidils, saat dikonfirmasi via seluler.
Banjir melanda di empat RT, ada yang di RT 03, 02, 01 dan 04, namun yang masuk desa Tanjung Putri hanya di RT 4. Kalau air pasang istilah disini itu air pasang 22, kalau ketinggian nya di berbagai tempat beda, ada yang selutut, ada juga sejengkal diatas mata kaki.
Aidils menyebutkan, ada tiga sungai diinsinyalir tertutup peradaran air nya, adalah sungai pendulangan, sungai parit amang Jemain, dan sungai ujang, itu tiga sungai yang diinsinyalir tertutup peradaran air nya, dan juga sungai parit amang H. Pasi.

Saluran pembuangan tidak ada dan menyempit menyebabkan air pasang laut di kampung tersebut tak bisa lari ke mana-mana sehingga meluap.
“Kalau tidak ada lubang pembuangan. Mungkin juga gorong-gorongnya ditutup di kampung tersebut membuat air tidak mengalir, dan menyebutkan banjir,” kata pria yang mengaku telah bermukim di sana.
“Tapi kalau ada pembuangan ataupun gorong-gorongnya diperbesar, kampung disini tidak akan banjir parah juga,” kata Aidils.
Aidils dan warga lainnya berharap, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat turun tangan untuk memeriksa dan memperbaiki sistem gorong-gorong yang jadi biang kerok banjir setiap kali air pasang laut naik di daerah itu.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian