INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Harapan hujan muncul di tengah kemarau dan kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. BMKG memprakirakan terdapat peluang hujan ringan di sejumlah wilayah, meski sifatnya masih lokal.
Forecaster on Duty BMKG Kobar, Ni Kadek Trisna Dewi, S.Tr, mengatakan secara umum kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah diprakirakan berawan dengan peluang hujan ringan di beberapa titik.
Kondisi berawan hingga berawan tebal diperkirakan terjadi pada pagi hingga siang hari. Pertumbuhan awan konvektif juga terpantau di sejumlah wilayah, tetapi belum terbentuk secara merata.
Karena itu, hujan yang berpeluang turun tidak dapat dipastikan terjadi di seluruh wilayah Kobar. Sebagian kawasan bisa mendapatkan hujan, sementara daerah lainnya tetap berawan atau belum mengalami hujan.
Perubahan cuaca tersebut menjadi perhatian bagi Kobar yang masih menghadapi dampak karhutla. Asap dari kebakaran di sejumlah kawasan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan jarak pandang, terutama apabila kondisi angin membawa asap ke wilayah permukiman atau jalur transportasi.
Potensi hujan menjadi perkembangan yang dinantikan karena guyuran air dapat membantu membasahi lahan yang sebelumnya kering. Namun, hujan ringan dengan cakupan terbatas belum cukup untuk memastikan kondisi karhutla berakhir.
Sebaran asap juga tidak hanya bergantung pada ada atau tidaknya hujan. Arah angin, lokasi sumber kebakaran dan kondisi atmosfer turut menentukan pergerakan asap di suatu wilayah.
Ni Kadek mengatakan perkembangan cuaca dan pertumbuhan awan konvektif terus dipantau. Masyarakat diimbau mengikuti pembaruan informasi dari BMKG untuk mengetahui perkembangan cuaca terbaru.
Di tengah peluang hujan tersebut, kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan. Lahan yang masih kering berpotensi kembali terbakar apabila tidak diantisipasi, terutama pada wilayah yang belum mendapatkan hujan.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan terdampak asap juga perlu memperhatikan kondisi jarak pandang. Pengendara diimbau berhati-hati apabila asap kembali menebal di sejumlah ruas jalan.
Peluang hujan memberikan sedikit harapan bagi Kobar setelah menghadapi kemarau dan dampak asap karhutla. Namun, kondisi tersebut masih perlu dipantau karena hujan diprakirakan bersifat lokal dan belum merata.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca resmi. Sementara itu, kewaspadaan terhadap karhutla tetap perlu dipertahankan hingga kondisi di lapangan benar-benar membaik.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian