website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

OMC Kembali Menyasar Langit Kalteng, 800 Kg Garam Disebar untuk Picu Hujan

Pesawat Cessna 208 bersiap melaksanakan OMC di langit Kalteng. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Upaya meningkatkan peluang hujan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sebanyak 800 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam disemai ke wilayah sasaran pada Minggu, 27 September 2026.

Operasi tersebut dilaksanakan Satuan Tugas Udara (Satgasud) Lanud Iskandar menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan dengan registrasi PK-YNA. Penyemaian awan diarahkan ke wilayah Kabupaten Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur.

Pesawat bertolak dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, menuju wilayah sasaran pada pukul 14.33 WIB. Setelah menyelesaikan misi penyemaian, pesawat melanjutkan penerbangan menuju Pangkalan Bun dan tiba pada pukul 15.46 WIB, sebelum kemudian kembali ke Banjarmasin.

Dalam misi tersebut, bahan semai sebanyak 800 kilogram NaCl dibawa untuk mendukung proses penyemaian awan. Pesawat beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki dengan menyesuaikan kondisi atmosfer selama penerbangan.

Pasang Iklan

Area penyemaian berada pada radial 270–330 derajat dengan jarak sekitar 60–120 nautical mile dari jalur penerbangan. Penentuan wilayah sasaran dilakukan berdasarkan kondisi atmosfer dan potensi awan yang dinilai dapat mendukung pelaksanaan OMC.

Misi penerbangan melibatkan Capt. Akbar sebagai pilot atau PIC, Gusti sebagai flight officer, Agus sebagai EOB, Jihan sebagai flight scientist, serta Amin dan Hayyan sebagai penabur bahan semai.

Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto selaku Dansatgasud Karhutla turut mengoordinasikan pelaksanaan operasi udara tersebut. Seluruh rangkaian penerbangan dilaporkan berlangsung aman dan lancar.

“OMC menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mendukung penanganan karhutla dengan meningkatkan peluang terbentuknya hujan di wilayah yang menjadi sasaran. Upaya ini menjadi penting ketika kondisi kering masih meningkatkan potensi kebakaran di sejumlah daerah Kalimantan Tengah,” jelas Nugroho.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Samuel menyambut baik dukungan operasi udara tersebut. Menurut dia, OMC dapat menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla yang berjalan bersamaan dengan langkah penanggulangan di lapangan.

Namun, operasi modifikasi cuaca tidak menjadi satu-satunya upaya penanganan. “Pemantauan titik panas, patroli kawasan rawan, pemadaman darat, pembasahan lahan gambut, serta pengawasan terhadap wilayah yang berpotensi terbakar tetap dilakukan untuk menekan risiko karhutla,” paparnya.

Pasang Iklan

Pelaksanaan OMC di Kalteng juga terus disesuaikan dengan kondisi atmosfer, pertumbuhan awan potensial, arah angin, titik panas, serta kebutuhan pembasahan wilayah rawan. Dengan pendekatan tersebut, penyemaian awan diarahkan pada waktu dan lokasi yang dinilai memiliki peluang untuk menghasilkan hujan.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!