website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Dugaan Perilaku Berisiko di Kalangan Pelajar Kobar Jadi Perhatian, Pengawasan Diperketat

Ilustrasi siswa saat upacara. (Net)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menaruh perhatian terhadap laporan mengenai dugaan perilaku berisiko yang mulai muncul di lingkungan sekolah. Isu tersebut dinilai memerlukan penanganan melalui penguatan edukasi, pengawasan, dan kolaborasi berbagai pihak.

Perhatian itu disampaikan Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah saat peluncuran Kartu Kobar Cerdas. Dalam sambutannya, ia mengajak orang tua, tenaga pendidik, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

“Saya terus terang prihatin melihat kondisi yang ada. Peran orang tua dan kita semua perlu kerja sama dan kolaborasi. Saya juga mendapat laporan adanya dugaan perilaku tersebut mulai masuk ke lingkungan sekolah, khususnya pada jenjang SMP dan SMA. Karena itu, para pendidik juga perlu memberikan perhatian dan pembinaan kepada peserta didik,” ujar Nurhidayah.

Menurutnya, usia remaja merupakan fase yang rentan terhadap berbagai pengaruh, termasuk dari pergaulan maupun perkembangan media sosial. Oleh sebab itu, pendekatan yang mengedepankan pembinaan dan komunikasi dinilai menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.

Pasang Iklan

Nurhidayah juga mendorong sekolah memperkuat pendidikan karakter serta menyediakan lebih banyak kegiatan ekstrakurikuler yang positif agar peserta didik memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya.

Selain lingkungan sekolah, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak, termasuk mengawasi penggunaan media sosial yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para remaja.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Hardino, Rabu (8/7/2026), menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki data khusus mengenai LGBT karena hal tersebut bukan merupakan kategori penyakit yang dicatat dalam sistem surveilans kesehatan.

Hardino mengatakan informasi terkait orientasi seksual atau perilaku tertentu hanya dapat muncul sebagai bagian dari asesmen faktor risiko ketika dilakukan skrining atau pelacakan kontak penyakit menular. Informasi tersebut tidak dihimpun sebagai data kasus tersendiri sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk menyampaikan jumlah maupun perkiraan kasus.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menegaskan bahwa upaya menghadapi berbagai persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi pelajar perlu dilakukan secara terpadu melalui edukasi, penguatan peran keluarga, pembinaan di sekolah, serta sinergi seluruh elemen masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan generasi muda.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!