INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Anggota Komisi II DPRD Barito Utara menyampaikan dukungan penuh terhadap rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) dan Hari Pangan Sedunia yang digelar pada Jumat (14/11/2025). Peringatan tersebut dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memacu potensi sektor perikanan di daerah.
Kegiatan yang berlangsung di tingkat kabupaten itu menghadirkan berbagai unsur pemerintah, pelaku usaha, hingga kelompok masyarakat penghasil komoditas pangan. DPRD menilai momentum tersebut tidak sekadar seremonial, tetapi mengandung pesan penting mengenai masa depan ekonomi berbasis pangan lokal.
Anggota Komisi II itu menjelaskan bahwa sektor perikanan memiliki posisi signifikan dalam struktur ekonomi masyarakat Barito Utara. Banyak warga yang menggantungkan pendapatan dari usaha perikanan tangkap maupun budidaya air tawar.
Ia menilai Harkannas harus dijadikan titik tolak untuk memperkuat produksi, inovasi, serta distribusi hasil perikanan. Peningkatan kapasitas petani dan pembudidaya ikan juga disebut menjadi pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan pemerintah daerah.
Dalam pandangannya, kegiatan peringatan pangan dan perikanan dapat membuka ruang diskusi baru bagi pemerintah daerah untuk menetapkan program strategis, terutama yang berkaitan dengan stabilisasi harga dan peningkatan akses pasar.
Komisi II DPRD Barito Utara juga menilai bahwa keberlanjutan pangan lokal harus dipersiapkan melalui kebijakan yang konsisten. Ia menyebut bahwa program perikanan yang selama ini berjalan dapat diperkuat dengan dukungan teknologi budidaya yang lebih modern.
Selain itu, ia menekankan perlunya memastikan sarana dan prasarana pendukung sektor perikanan benar-benar memadai, mulai dari ketersediaan bibit, pakan, hingga fasilitas pascapanen yang mendukung peningkatan nilai jual.
Menurutnya, peringatan Harkannas maupun Hari Pangan Sedunia bukan hanya pengingat mengenai pentingnya protein ikan dan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga momentum untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan di masa mendatang.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan agar memanfaatkan momen ini untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Kolaborasi antarsatuan kerja, pelaku usaha, dan lembaga masyarakat dianggap penting untuk mengakselerasi program ketahanan pangan daerah.
DPRD Barito Utara, kata dia, akan terus mengawal kebijakan daerah yang berkaitan dengan pengembangan sektor pangan dan perikanan. Komisi II siap memberikan dorongan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Ia berharap generasi muda di Barito Utara turut melihat sektor perikanan sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Penguatan ekonomi berbasis pangan lokal disebut dapat membuka lapangan kerja baru.
Pada sisi lain, ia menyoroti pentingnya edukasi konsumsi pangan sehat. Peringatan Harkannas dan Hari Pangan disebut dapat menjadi sarana memperluas kampanye gizi seimbang kepada masyarakat desa maupun perkotaan.
Ia menyebut bahwa peningkatan produksi ikan lokal harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi bahan pangan bergizi. Keselarasan keduanya dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
Dengan dukungan penuh dari DPRD, ia berharap kegiatan Harkannas dan peringatan pangan serupa dapat digelar secara rutin sambil disertai inovasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Sinergi pemerintah, lembaga legislatif, dan pelaku usaha disebut menjadi kunci keberhasilan.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan sektor perikanan memiliki peran besar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Barito Utara. (Shp/Maulana Kawit)