INTMNEWS.COM, SAMPIT – Menghadapi musim kemarau yang kerap disertai dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kesiapsiagaan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mendapat dukungan dan apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim.
Wakil Ketua II DPRD Kotim, Rudianur mengapresiasi langkah antisipatif yang telah diambil BPBD sebelum dampak musim kemarau meluas.
“Pada prinsipnya, ini merupakan langkah awal yang baik. Kita harus sedini mungkin mencegah, jangan sampai baru bertindak setelah kebakaran terjadi,” ujar Rudianur pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Ia menyambut baik keputusan pemerintah daerah yang telah menetapkan status siaga karhutla selama 90 hari, yang kemudian ditindaklanjuti dengan apel siaga serta gladi kesiapsiagaan bencana karhutla.
Rudianur juga menyoroti wilayah selatan Kotim sebagai daerah yang paling rawan mengalami karhutla. Meskipun dalam beberapa hari terakhir hujan masih turun di wilayah perkotaan, kondisi di selatan justru kering tanpa hujan.
Selain itu, ia turut mengapresiasi adanya kerja sama lintas daerah dalam upaya penanggulangan karhutla. “Ternyata sudah ada MoU antara Pemkab Seruyan dan Pemkab Kotim untuk saling membantu dalam pemadaman. Ini patut diapresiasi sebagai bentuk sinergi penanggulangan bencana lintas wilayah,” ujarnya.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan penanganan karhutla dapat dilakukan dengan lebih cepat, terkoordinasi, dan efisien.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Kotim dan Pemkab Seruyan memuat delapan ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati, salah satunya mencakup dukungan terhadap kegiatan penanggulangan bencana.
Penulis: Oktavianto
Editor: Andrian