INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Suasana penuh semangat mewarnai pembukaan Turnamen E-Football Antar Instansi yang digelar di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Rabu, 21 Mei 2025. Ajang ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2025 yang dirancang untuk menjangkau minat generasi muda, khususnya di bidang olahraga digital.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Pengurus Esports Indonesia (ESI) Kalteng. Turnamen ini menyasar para pegawai dari berbagai instansi pemerintahan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Hadir langsung dalam pembukaan turnamen, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng, Farid Wajdi, memberikan dukungannya terhadap kegiatan yang dinilai mampu mempererat tali persaudaraan antarlembaga.
Dalam sambutannya, Farid menyatakan bahwa olahraga elektronik seperti e-football kini telah menjadi medium baru yang menjembatani generasi muda dan kalangan profesional, termasuk aparatur sipil negara (ASN).
“Turnamen ini bukan hanya soal kompetisi. Ini adalah tentang membangun kolaborasi, semangat tim, dan etos sportif di antara ASN dari berbagai instansi,” ujarnya.
Farid juga memandang turnamen e-sport sebagai bentuk adaptasi pemerintah terhadap dinamika zaman, di mana teknologi dan hiburan digital semakin melekat dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan ASN dalam kegiatan seperti ini turut menumbuhkan citra positif bahwa institusi pemerintahan juga mampu bertransformasi dan membuka diri terhadap inovasi berbasis minat generasi muda.
Dispora Kalteng melalui panitia pelaksana menyampaikan bahwa kompetisi akan digelar selama tiga hari dengan sistem gugur. Pertandingan berlangsung dalam format e-football dengan aturan turnamen yang telah disusun bersama ESI Kalteng.
Masing-masing instansi mengirimkan tim terbaiknya yang terdiri dari perwakilan pegawai aktif. Total ada puluhan peserta dari berbagai dinas, badan, dan lembaga yang siap bersaing memperebutkan gelar juara.
Panitia juga menyiapkan berbagai bentuk apresiasi, termasuk trofi dan piagam penghargaan, sebagai bentuk motivasi dan pengakuan terhadap semangat serta partisipasi aktif para peserta.
Selain aspek kompetisi, penyelenggara juga menekankan nilai kebersamaan yang diusung dalam turnamen ini. Ajang ini menjadi ruang pertemuan informal bagi pegawai lintas instansi untuk saling mengenal dan memperkuat jejaring kerja.
Turnamen ini juga dirancang untuk membentuk pola pikir kolaboratif dan meningkatkan kualitas komunikasi antarpegawai pemerintah yang pada akhirnya akan berdampak pada pelayanan publik.
Dispora berharap ke depan turnamen seperti ini bisa menjadi bagian rutin dari agenda tahunan FBIM dan bahkan berkembang menjadi ajang skala regional antarprovinsi.
“Turnamen ini adalah cara kami memadukan semangat budaya dan teknologi dalam satu panggung yang inklusif dan menyenangkan,” ujar perwakilan panitia dari Dispora.
Dengan semakin populernya e-sport di kalangan muda, pemerintah daerah melihat peluang untuk menjadikan olahraga digital sebagai medium pendekatan baru dalam pembinaan karakter, kerja tim, dan sportivitas.
Turnamen e-football antar instansi ini pun menjadi bukti bahwa semangat kompetisi bisa hadir dalam berbagai bentuk, termasuk melalui joystick dan layar digital, tanpa kehilangan nilai-nilai persaudaraan dan pelayanan.
Penulis: Redha
Editor: Maulana Kawit