Palangka Raya (ANTARA) – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining menyampaikan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut semakin terkendali. Dalam beberapa hari terakhir, pemantauan menunjukkan tidak adanya titik panas atau hotspot di seluruh wilayah provinsi.
Agustan mengatakan kondisi ini tidak terlepas dari turunnya hujan, baik yang terjadi secara alami maupun melalui pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca.
“Beberapa kali kita mendapat hujan, baik alami maupun dari teknologi modifikasi cuaca. Syukur alhamdulillah, kondisi di Kalteng sangat menurun,” katanya, Sabtu (27/9).
Ia menjelaskan pada pengecekan empat hingga lima hari sebelumnya juga tidak ditemukan hotspot, berbeda dengan beberapa provinsi lain yang masih mencatat puluhan bahkan ratusan titik panas.
Menurut Agustan, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat yang menugaskan salah satu direktur jenderal sebagai koordinator nasional penanganan hotspot di Kalimantan Tengah.
“Beliau aktif berkomunikasi melalui grup koordinasi penanggulangan karhutla. Sinergi ini sangat membantu menjaga kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia menilai koordinasi lintas sektor tersebut menjadi faktor penting yang memperkuat upaya pengendalian karhutla di daerah.
Selain itu, Agustan mengapresiasi kinerja tim gabungan yang bekerja di lapangan dalam melakukan pemadaman, patroli, hingga pencegahan dini.
“Personel dari Kalimantan Tengah kemarin bahkan mendapat pengakuan dari kementerian, masuk dalam 10–20 besar penilaian nasional,” katanya.
Agustan menilai penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen kuat para petugas dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
Ia berharap tren positif nihil hotspot di Kalimantan Tengah dapat terus dipertahankan sepanjang musim kemarau.
“Mudah-mudahan kondisi nihil hotspot ini bisa kita pertahankan. Dengan begitu masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman, sekaligus lingkungan tetap lestari,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, terlebih saat memasuki periode cuaca kering.
Selain itu, ia menyampaikan pentingnya kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas masyarakat peduli api, untuk menjaga keamanan lingkungan.
Agustan menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat.
“Jika semua pihak berkomitmen, saya yakin upaya kita menjaga Kalteng dari ancaman karhutla dapat terus berhasil,” pungkasnya.
Penulis : Redha
Editor : Andrian