INTIMENWS.COM, MUARA TEWEH – Upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui pelatihan mekanik sarana dan pelatihan service AC ruang serta mobil. Kegiatan yang berlangsung di LPK Kuat Perkasa Abadi, Tanjung, Kalimantan Selatan, ini resmi dibuka pada Senin, 16 Juni 2025.
Pelatihan tersebut langsung mendapat sorotan positif dari anggota DPRD Barito Utara, Jiham Nur. Ia menilai kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab tantangan peningkatan kualitas SDM.
Menurutnya, kebutuhan tenaga terampil di bidang teknis semakin tinggi, seiring perkembangan dunia industri dan layanan jasa yang kian kompetitif.
“Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita, terutama anak-anak muda yang sedang mencari peluang kerja baru,” ujar Jiham saat ditemui pada Rabu (18/6/2025).
Ia menegaskan, DPRD melihat program tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM yang benar-benar siap bersaing.
Jiham juga menilai pelatihan mekanik dan service AC ini memberikan ruang bagi peserta untuk tidak hanya bekerja sebagai karyawan, tetapi juga membuka peluang berwirausaha setelah memiliki keahlian yang memadai.
“Kalau mereka bisa membuka jasa perbaikan sendiri, itu akan sangat membantu perekonomian keluarga,” katanya.
Tidak hanya itu, Jiham mendorong agar pelatihan serupa terus digelar dan diperluas agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di Barito Utara.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat kolaborasi dengan lembaga pelatihan, industri, dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga terampil.
Sementara itu, pembukaan pelatihan dilakukan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Eveready Noor, mewakili Pj Bupati Barito Utara, Indra Gunawan. Dalam sambutannya, pemerintah menegaskan pentingnya pelatihan kerja sebagai sarana peningkatan kompetensi.
Peserta yang mengikuti program ini berasal dari berbagai kecamatan di Barito Utara. Mereka akan mendapatkan pembelajaran teori, praktik, serta pendampingan langsung dari instruktur profesional di bidangnya.
Materi yang diberikan pun dirancang agar peserta memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, mulai dari perawatan mesin hingga teknik perbaikan AC.
Dengan dukungan penuh dari DPRD dan pemerintah daerah, pelatihan ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan daya saing tenaga kerja lokal.
Harapannya, para peserta mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk memperbaiki perekonomian keluarga dan turut mendukung pembangunan daerah. (Shp/Maulana Kawit)