INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menegaskan komitmennya untuk membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang unggul dan profesional. Hal ini diwujudkan melalui Pelatihan Manajemen Pelayanan Publik Tahun 2025 yang resmi ditutup di Aula BPSDM Kalteng, Kamis, 2 Oktober 2025.
Penutupan kegiatan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris BPSDM, Nooril Harniar Maulida, yang hadir mewakili Kepala BPSDM Kalteng. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta selama mengikuti pelatihan. Nooril menekankan bahwa ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang kelas.
“Pelatihan ini harus menjadi bekal untuk menciptakan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” kata Nooril.
Sebelumnya, laporan kegiatan disampaikan Plt. Kabid Bangkom Soskulpem, Rano. Ia menjelaskan, pelatihan menggunakan metode blended learning atau gabungan antara pembelajaran daring dan tatap muka. Dengan cara ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa langsung mempraktikkan sesuai kondisi nyata di lapangan.
Rano menambahkan, peserta juga diminta melakukan analisis terhadap pelayanan di instansinya masing-masing. Tujuannya agar mereka mampu memahami pelayanan publik dari berbagai sisi, mulai dari sistem, perilaku aparatur, hingga kepuasan masyarakat. “Harapannya, setelah kembali ke unit kerja, peserta bisa menjadi penggerak perubahan dan membawa semangat pelayanan prima,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, pelatihan ini selaras dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK yang sedang dikuatkan pemerintah. Menurutnya, ASN Kalteng tidak hanya dituntut kompeten secara teknis, tetapi juga harus memiliki karakter melayani dan berintegritas.
Suasana penutupan berlangsung hangat. Para peserta menyampaikan kesan dan refleksi setelah mengikuti kegiatan, sekaligus berkomitmen untuk menerapkan hasil pembelajaran di tempat kerja masing-masing.
BPSDM Kalteng berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas pelayanan publik. Dengan peningkatan kapasitas ASN, pemerintah optimistis pelayanan ke masyarakat akan semakin tanggap, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan rakyat.