website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

BPS Ungkap Tren Positif: Pengangguran di Kalteng Terus Menurun

Suasana saat rilis kondisi sosial ekonomi Kalteng di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalteng. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat kondisi ketenagakerjaan di daerah ini terus membaik.

Hingga Februari 2026, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 3,44 persen, disertai naiknya jumlah pekerja formal dan pekerja penuh waktu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kalteng, Maria Wahyu Utami mengatakan, perbaikan itu terlihat dari meningkatnya jumlah penduduk bekerja dan semakin baiknya kualitas tenaga kerja di Kalteng.

“Jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 mencapai 1,50 juta orang, sedangkan penduduk yang bekerja sebanyak 1,45 juta orang. Ini menunjukkan penyerapan tenaga kerja masih tumbuh,” ujar Maria, saat merilis indikator strategis daerah, yang berlangsung di ruang Vicon BPS dan turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube pada Selasa, 5 Mei 2026.

Pasang Iklan

BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Kalteng bertambah sekitar 6,68 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor pertanian, perdagangan, dan pertambangan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.

Menurut Maria, perbaikan tidak hanya terlihat dari jumlah tenaga kerja yang terserap, tetapi juga dari kualitas pekerjaan yang mulai bergerak lebih baik.

“Proporsi pekerja formal meningkat menjadi 49,33 persen. Ini menjadi sinyal positif karena menunjukkan kualitas pekerjaan masyarakat mulai membaik,” katanya.

Selain itu, pekerja penuh waktu di Kalteng juga naik hingga 69,98 persen. Angka ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang bekerja dengan jam kerja lebih stabil.

“Pekerja penuh waktu juga meningkat. Artinya, bukan hanya jumlah pekerja yang bertambah, tetapi kualitas dan stabilitas pekerjaan juga mulai membaik,” jelasnya.

BPS juga mencatat perbaikan pada aspek sosial lain, salah satunya Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kalteng 2025 yang turun menjadi 0,534. Penurunan ini menandakan kesetaraan gender di Kalteng terus membaik.

Pasang Iklan

Maria menyebut perbaikan itu didukung meningkatnya partisipasi perempuan dalam pendidikan, dunia kerja, dan ruang politik.

“Partisipasi perempuan terus meningkat, baik di pendidikan, pasar kerja, maupun legislatif. Ini ikut mendorong perbaikan kualitas pembangunan sosial di Kalimantan Tengah,” tutupnya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran