intim news
intim news
intim news
intim news
website murah

BPS Rilis Catatan Lengkap Perekonomian Kalteng Akhir 2025

Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti saat melakukan pres reales melalui kanal YouTube resmi BPS Kalteng. (Ist)
intim news

INTNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merilis sejumlah indikator ekonomi terbaru melalui siaran pers yang disampaikan lewat kanal YouTube resmi BPS Kalteng beberapa waktu lalu.

Rilis tersebut memuat perkembangan inflasi, nilai tukar petani, perdagangan luar negeri, jasa akomodasi, hingga transportasi sepanjang akhir 2025.

Pada Desember 2025, Kalteng tercatat mengalami inflasi bulanan atau month-to-month sebesar 1,04 persen. Angka tersebut diperoleh dari hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di empat kabupaten dan kota yang menjadi wilayah survei BPS.

intim news

Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa nilai IHK pada Desember 2025 meningkat menjadi 109,98, dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 108,85. Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga pada sejumlah komoditas utama.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil sebesar 0,91 persen. Kenaikan harga cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, beras, dan ikan gabus menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi pada akhir tahun.

“Komoditas utama penyumbang inflasi bulanan antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, beras, dan ikan gabus,” ujar Agnes.

intim news

Selain secara bulanan, inflasi tahunan atau year-on-year di Kalteng pada Desember 2025 tercatat sebesar 3,13 persen. Angka yang sama juga tercermin pada inflasi year-to-date sepanjang tahun 2025.

Agnes menyebutkan, secara tahunan kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi kontributor utama inflasi dengan andil sebesar 1,59 persen. Komoditas seperti emas perhiasan, beras, cabai rawit, rokok kretek mesin, dan bawang merah memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan harga.

BPS juga mencatat bahwa seluruh daerah pemantauan IHK di Kalteng mengalami inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan. Emas perhiasan dan cabai rawit menjadi komoditas yang konsisten memberi tekanan inflasi di hampir semua wilayah.

Sejumlah faktor turut memengaruhi kondisi inflasi Desember 2025, di antaranya meningkatnya konsumsi masyarakat pada momen Natal dan Tahun Baru, berkurangnya pasokan barang dari Kalimantan Selatan (Kalsel) akibat Haul Guru Sekumpul, serta tingginya curah hujan yang berdampak pada produksi pertanian dan hasil tangkapan ikan.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalteng pada Desember 2025 tercatat sebesar 134,59 atau turun 0,36 persen dibandingkan November 2025. Penurunan tersebut terjadi karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang diterima petani.

Menurut Agnes, penurunan NTP terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dan perikanan. Sebaliknya, peningkatan NTP tercatat pada subsektor tanaman pangan, peternakan, dan hortikultura, seiring naiknya harga sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, cempedak, dan kacang panjang.

“Secara keseluruhan, beberapa subsektor mengalami penurunan dan kenaikan NTP pada Desember 2025. Penurunan NTP terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,17 persen dan perikanan 0,44 persen. Kenaikan NTP terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,48 persen, peternakan 1,22 persen, dan tanaman hortikultura 4,59 persen akibat naiknya harga cabai rawit, cempedak, cabai merah, dan kacang panjang,” papar Agnes.

Pada sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Kalteng selama Januari hingga November 2025 mencapai US$3,15 miliar. Nilai tersebut mengalami penurunan 12,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama akibat melemahnya ekspor sektor pertambangan.

Di sisi lain, impor Kalteng pada periode yang sama tercatat sebesar US$35,24 juta atau turun 36,25 persen. Meski demikian, neraca perdagangan Kalteng masih mencatat surplus cukup besar, yakni US$3,12 miliar.

“Neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada Januari-November 2025 tercatat surplus sebesar US$3.117,21 juta,” tuturnya.

Untuk sektor pariwisata dan jasa akomodasi, tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada November 2025 tercatat sebesar 54,85 persen. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan Oktober 2025, meskipun masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah tamu hotel berbintang mencapai 66.845 orang dengan mayoritas merupakan wisatawan domestik. Rata-rata lama menginap tercatat 1,43 hari, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

“Sebanyak 99,34 persen tamu hotel berbintang merupakan tamu dalam negeri,” jelasnya.

Sementara itu, sektor transportasi menunjukkan tren penurunan. BPS mencatat frekuensi penerbangan di Kalteng pada November 2025 mengalami penurunan, yang diikuti berkurangnya jumlah penumpang dan volume barang angkutan udara.

Penurunan juga terjadi pada angkutan laut, baik dari sisi jumlah penumpang maupun arus barang. Kondisi ini menunjukkan adanya perlambatan mobilitas masyarakat dan distribusi barang pada akhir 2025.

Agnes menegaskan, BPS Kalteng akan terus melakukan pemantauan dan penyajian data statistik secara akurat dan tepat waktu sebagai bahan rujukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan pengendalian ekonomi.

“BPS akan terus menyajikan data statistik yang akurat dan tepat waktu sebagai dasar perumusan kebijakan,” pungkasnya.

Editor: Andrian

intim news
Berita Rekomendasi
intim news
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran