INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sektor jasa akomodasi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan perkembangan positif pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng mencatat adanya peningkatan tingkat penghunian kamar (TPK) serta jumlah tamu yang menginap dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada November 2025, TPK hotel berbintang di Kalteng tercatat sebesar 54,85 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,94 poin dibandingkan Oktober 2025, menandakan meningkatnya aktivitas kunjungan dan mobilitas masyarakat.
Selain hotel berbintang, kondisi serupa juga terjadi pada hotel nonbintang. TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 22,85 persen pada November 2025 atau meningkat 1,13 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski menunjukkan tren kenaikan secara bulanan, BPS mencatat bahwa tingkat hunian kamar secara tahunan masih mengalami penurunan. Dibandingkan November 2024, TPK hotel berbintang turun sebesar 6,08 poin, sementara hotel nonbintang mengalami penurunan sebesar 1,92 poin.
Dari sisi jumlah tamu, hotel berbintang mencatat lonjakan signifikan. Selama November 2025, sebanyak 66.845 orang tercatat menginap di hotel berbintang di Kalteng. Jumlah ini meningkat 40,79 persen dibandingkan bulan Oktober 2025.
Sementara itu, hotel nonbintang mencatat jumlah tamu menginap sebanyak 102.364 orang pada November 2025. Angka tersebut naik sebesar 11,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun tingkat huniannya masih relatif rendah.
Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa sebagian besar tamu yang menginap di hotel berbintang merupakan wisatawan domestik.
“Sebanyak 99,34 persen tamu hotel berbintang merupakan tamu dalam negeri,” jelasnya pada pres reales melalui kanal YouTube resmi BPS Provinsi Kalteng beberapa waktu lalu.
Selain tingkat hunian, BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang. Pada November 2025, rata-rata lama menginap tercatat selama 1,43 hari, sedikit menurun 0,01 hari dibandingkan Oktober 2025.
Agnes menjelaskan, kenaikan jumlah tamu dan tingkat hunian kamar secara bulanan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas perjalanan, baik untuk keperluan bisnis, pemerintahan, maupun kegiatan sosial lainnya.
Namun demikian, penurunan TPK secara tahunan menjadi catatan penting bagi pelaku usaha perhotelan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan sektor akomodasi belum sepenuhnya stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
BPS Kalteng, kaya Agnes, akan terus memantau perkembangan sektor jasa akomodasi sebagai salah satu indikator pergerakan ekonomi daerah.
Data tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan pelaku usaha dalam menyusun strategi pengembangan pariwisata dan jasa akomodasi di Kalteng.
“BPS akan terus menyajikan data statistik yang akurat dan tepat waktu sebagai dasar perumusan kebijakan,” pungkasnya.
Editor: Andrian