website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan, Cegah Karhutla Luas di Katingan

Tim BPBD berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri untuk penanggulangan karhutla di lapangan.

INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan kesiapan personel dan peralatan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Katingan. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Katingan, Markus, kepada awak media baru-baru ini. Langkah ini menjadi respon cepat pemerintah daerah memasuki musim kemarau yang dinilai rawan meningkatkan risiko terjadinya karhutla, terutama di daerah yang memiliki sebaran lahan gambut cukup luas seperti Katingan. 8/8/2025

Menurut Markus, BPBD telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi yang bersifat preventif maupun responsif. Langkah-langkah tersebut meliputi kesiapan personel, ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman, hingga strategi koordinasi antarinstansi terkait. Markus menegaskan bahwa seluruh persiapan dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla di Katingan dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terkoordinasi di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa BPBD telah menyiagakan personel yang akan bertugas dalam penanganan karhutla. Personel tersebut tidak hanya dipersiapkan secara fisik, tetapi juga diberikan dukungan kesehatan berupa vitamin agar stamina mereka tetap optimal selama bertugas. Mengingat aktivitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kekuatan fisik yang tinggi, dukungan kesehatan menjadi bagian penting dari persiapan teknis yang dilakukan BPBD.

“Untuk peralatan kita telah mempersiapkan mobil-mobil pemadam dengan sejumlah tangki yang diisi air dan selalu siap melakukan pemadaman. Sedangkan untuk personel BPBD selalu siap dengan diberikan vitamin agar stamina selalu optimal bekerja di lapangan,” ujar Markus.

Pasang Iklan

Markus menuturkan bahwa ketersediaan sarana pemadaman menjadi hal yang sangat krusial dalam upaya penanggulangan karhutla. Mobil pemadam, mesin pompa air, selang, serta tangki air portable menjadi beberapa peralatan utama yang menjadi fokus kesiapan BPBD. Peralatan tersebut, menurut Markus, telah dicek secara berkala untuk memastikan bahwa semuanya dapat berfungsi dengan baik saat dibutuhkan.

Ia menambahkan bahwa selain kesiapan peralatan, BPBD juga terus melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla. Pemetaan ini dilakukan untuk mengetahui titik-titik berpotensi terbakar sehingga petugas dapat melakukan patroli rutin serta mengambil langkah pencegahan lebih awal. Wilayah dengan vegetasi kering, lahan gambut yang menipis, serta area yang kerap menjadi titik panas pada tahun-tahun sebelumnya menjadi prioritas dalam pemantauan.

Selain itu, koordinasi antarinstansi juga menjadi perhatian utama BPBD. Markus menegaskan bahwa dalam penanggulangan karhutla, BPBD tidak bekerja sendiri. Kerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), TNI, Polri, Manggala Agni, serta organisasi relawan kebencanaan terus ditingkatkan. Koordinasi meliputi pembagian tugas, penyusunan jalur komunikasi, hingga rencana manuver jika terjadi kebakaran dalam skala besar.

Menurut Markus, sinergi di lapangan menjadi salah satu kunci keberhasilan penanggulangan karhutla. Apabila seluruh unsur dapat bekerja secara terpadu, proses penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan mengurangi luas area terbakar. Selain itu, kerja sama lintas instansi juga memungkinkan adanya percepatan dalam pendataan, evakuasi masyarakat jika diperlukan, serta penyaluran bantuan logistik bagi petugas yang bertugas dalam waktu lama.

“Dalam melakukan penanggulangan karhutla, pihak kami selalu bekerja sama dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan selalu meningkatkan koordinasi serta komunikasi di lapangan,” jelas Markus.

Ia juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan peran aktif masyarakat. Markus mengimbau agar warga tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area yang mudah terbakar, serta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran kecil. Tindakan cepat masyarakat sangat membantu mencegah api meluas dan mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Pasang Iklan

Untuk mendukung upaya pencegahan, BPBD juga bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan sosialisasi bahaya karhutla kepada warga. Sosialisasi tersebut mencakup edukasi mengenai pentingnya menjaga lahan tetap basah selama musim kering, tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, serta mengenal mekanisme pelaporan kebakaran melalui hotline atau nomor darurat BPBD.

Selain sosialisasi, BPBD juga melakukan pengecekan alat pemadam yang dimiliki masyarakat, terutama kelompok tani atau pemilik lahan yang tinggal di kawasan rawan terbakar. Dengan memastikan setiap pihak memiliki kesiapan minimal, potensi penanganan awal terhadap api kecil dapat dilakukan lebih efektif sebelum petugas pemadam tiba.

Memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, BPBD Katingan juga menyiapkan posko siaga karhutla di beberapa titik strategis. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi, tempat koordinasi petugas, sekaligus pusat logistik peralatan. Dengan adanya posko siaga, respon terhadap laporan warga dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Markus menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Katingan berkomitmen penuh untuk menekan angka kejadian karhutla. Ia berharap persiapan yang dilakukan BPBD bersama instansi terkait dapat meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas perekonomian.

Meskipun kesiapan telah dimantapkan, Markus tetap mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem harus diantisipasi secara serius. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan ikut menjaga lingkungan agar Kabupaten Katingan terhindar dari bencana karhutla yang dapat merugikan banyak pihak.

Dengan kesiapan personel, peralatan, dan sinergi lintas instansi, BPBD Katingan optimistis dapat menghadapi potensi karhutla tahun ini dengan lebih baik. Pemerintah Kabupaten Katingan berharap upaya yang dilakukan dapat menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan jauh dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(Bitro/Maulana Kawit)

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran