160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
930 x 180 PASANG IKLAN DISINI

Bidik Pasar Global, IKM Kalteng Ditarget Go Ekspor 2026

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalteng, Norhani saat diwawancarai di Gedung DPRD Kalteng, Senin 5 Januari 2026. (Shr)
750 x 100 PASANG IKLAN DISINI

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong peningkatan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) agar mampu bersaing di pasar global. Salah satu target yang dicanangkan adalah merealisasikan program Go Ekspor bagi produk unggulan daerah pada tahun 2026.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku IKM Kalteng.

750 x 100 PASANG IKLAN DISINI

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalteng, Norhani, menyampaikan bahwa program Go Ekspor merupakan implementasi dari visi dan misi Gubernur Kalteng, yakni Kalteng Berkah, yang menekankan penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

“Target kami pada tahun 2026 produk IKM Kalimantan Tengah sudah bisa go ekspor. Program ini akan kami laksanakan secara bertahap melalui sosialisasi dan pelatihan,” ujar Norhani saat diwawancarai usai Rapat Paripurna ke-11 di Gedung DPRD Provinsi Kalteng, Senin, 5 Januari 2026.

750 x 100 PASANG IKLAN DISINI

Menurut Norhani, saat ini pemerintah masih berada pada tahap awal, yakni menghimpun dan memetakan produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalteng. Proses ini dilakukan untuk memastikan produk yang dipilih memiliki potensi menembus pasar internasional.

Produk-produk terpilih nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur. Penetapan tersebut bertujuan agar produk unggulan mendapatkan prioritas pengembangan, pembinaan, serta pendampingan secara berkelanjutan.

Beberapa komoditas yang menjadi fokus utama pengembangan antara lain kerajinan rotan, kain tenun khas Kalteng, serta tanaman herbal endemik yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Contohnya rotan dari Katingan yang sudah diminati pasar luar negeri, seperti yang terlihat saat Trade Expo kemarin. Selain itu, tenun khas Kalteng dan herbal seperti bawang dayak juga menjadi perhatian karena merupakan kekhasan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, bawang dayak memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena merupakan tanaman endemik yang tumbuh di Kalteng dan memiliki nilai jual tinggi di pasar herbal internasional.

Untuk mendukung target ekspor tersebut, Pemprov Kalteng juga menaruh perhatian serius pada aspek standardisasi dan legalitas produk. Pemerintah menilai pemenuhan perizinan menjadi syarat utama agar produk IKM dapat diterima di pasar global.

“Dalam rangka IKM bisa go ekspor, hal pertama yang kami siapkan adalah kelengkapan perizinan dan legalitas. Ini menjadi dasar sebelum masuk ke pasar internasional,” tambahnya.

Selain pembinaan dan standardisasi, promosi juga menjadi bagian penting dari strategi Go Ekspor. Pemprov Kalteng secara rutin melibatkan pelaku IKM dalam berbagai pameran nasional dan internasional, salah satunya melalui ajang Pangan Nusa.

Norhani mengungkapkan, beberapa produk olahan pangan lokal bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor. Salah satunya adalah produk dari IKM Dapur Sbest, yang mengekspor aneka keripik berbahan bayam, kelakai, dan ikan saluang.

“Produk-produk seperti itu sangat diminati karena memiliki keunikan lokal dan cita rasa khas Kalimantan Tengah,” tandasnya.

Melalui program Go Ekspor ini, Pemprov Kalteng berharap IKM daerah tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui pasar internasional.

Editor: Andrian

750 x 100 PASANG IKLAN DISINI
930 x 180 PASANG IKLAN DISINI