website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Bansos KHBS Mulai Digulirkan, Pemprov Kalteng Janji Jaga Integritas Distribusi

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran secara simbolis melepas penyaluran bantuan sosial Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). (Redha)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Suasana halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) tampak berbeda ketika ratusan paket bantuan sosial dilepas sebagai bagian dari Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).

Program ini menjadi simbol kepedulian pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat, khususnya yang rentan, tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar menjelang bulan Ramadan, Jumat 20 Februari 2026.

Bagi banyak keluarga, bantuan ini bukan sekadar paket pangan atau bantuan tunai, tetapi harapan agar dapur tetap mengepul di tengah berbagai tantangan ekonomi. Pemerintah Provinsi Kalteng menempatkan program ini sebagai langkah nyata menghadirkan perlindungan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa kehadiran program KHBS merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Ia menyebutkan bahwa bantuan disusun secara terintegrasi agar memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Kita ingin memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan masyarakat bisa menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang,” ujar Gubernur.

Program KHBS menyasar sekitar 300 ribu kepala keluarga di seluruh wilayah Kalimantan Tengah berdasarkan data sosial ekonomi yang telah diverifikasi. Bantuan yang diberikan meliputi dukungan pangan, bantuan tunai, hingga keterkaitan dengan layanan pendidikan dan kesehatan.

Menurut Gubernur, ketepatan sasaran menjadi prioritas utama agar bantuan benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga integritas dalam proses distribusi.

“Tidak boleh ada yang tidak tepat sasaran. Kita ingin bantuan ini sampai kepada masyarakat yang berhak dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Total anggaran sekitar Rp 400 miliar dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan program lintas sektor ini. Penyaluran bantuan pangan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun menyesuaikan kemampuan keuangan daerah agar program tetap berkelanjutan.

Distribusi bantuan dimulai dari wilayah pedalaman sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang memiliki keterbatasan akses. Aparat terkait turut dilibatkan dalam pengawasan untuk memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel.

Setiap penerima memanfaatkan Kartu Huma Betang Sejahtera sebagai alat pendataan dan kontrol sehingga bantuan dapat dipantau secara sistematis. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

Gubernur juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat sinergi agar pelaksanaan program berjalan optimal. Ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menjangkau masyarakat hingga pelosok.

“Dengan kebersamaan dan kerja sama semua pihak, kita berharap program ini benar-benar membawa manfaat dan menjadi penguat kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Penulis Redha
Editor Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan