website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Asap Makin Pekat, Pemkab Seruyan Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka

Plt Sekda Seruyan, dr Bahrun Abbas. (Ist)

INTIMNEWS.COM, KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan mulai menyiapkan skenario pembelajaran daring menyusul meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah.

Opsi tersebut disiapkan bukan karena kegiatan pendidikan akan dihentikan, melainkan sebagai langkah perlindungan terhadap siswa apabila paparan asap dinilai sudah membahayakan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Seruyan, dr Bahrun Abbas, mengatakan keputusan mengenai pola pembelajaran akan mempertimbangkan hasil pemantauan kondisi udara dari Dinas Kesehatan.

“Yang pasti nanti kita koordinasikan dengan camat, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, karena kaitannya dengan asap ini dampaknya terhadap kesehatan,” kata Bahrun, Jumat, 4 September 2026.

Pasang Iklan

Menurut dia, pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru menerapkan kebijakan pembelajaran daring. Kondisi setiap wilayah akan dipantau terlebih dahulu sehingga langkah yang diambil dapat disesuaikan dengan tingkat paparan asap.

Jika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat untuk aktivitas di luar ruangan, pembelajaran tatap muka dapat dievaluasi. Pemerintah kemudian akan menentukan apakah sekolah di wilayah terdampak perlu mengalihkan kegiatan belajar ke sistem daring.

“Kalau nanti Dinas Kesehatan memandang bahwa udara memang benar-benar tidak sehat untuk kegiatan atau aktivitas di luar rumah, mungkin akan kita komunikasikan apakah perlu kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring. Nanti kita lihat evaluasi dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Data hingga 31 Agustus 2026 menunjukkan ancaman karhutla di Seruyan masih perlu diwaspadai. Tercatat 211 titik panas dengan perkiraan luasan lahan terbakar mencapai 621,6 hektare.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator bagi pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama karena asap dari kebakaran berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian karena memiliki aktivitas rutin di lingkungan sekolah dan ruang terbuka.

Bahrun mengatakan aspek kesehatan akan menjadi dasar utama sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Koordinasi antara pemerintah kecamatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan akan terus dilakukan untuk membaca perkembangan situasi.

Pasang Iklan

Pemkab Seruyan juga membuka kemungkinan menerbitkan surat maupun instruksi apabila kondisi di lapangan memang mengharuskan pembatasan aktivitas luar ruangan.

“Yang kita pantau adalah keselamatan dan kesehatan, itu yang menjadi prioritas. Bagaimana supaya aktivitas anak-anak, khususnya di luar rumah, kalau memang harus dibatasi, nanti kita akan buat surat ataupun instruksi untuk dibatasi. Kita lihat telaah dari teman-teman Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Kebijakan tersebut nantinya tidak berlaku secara otomatis untuk seluruh sekolah. Pemerintah akan melihat kondisi masing-masing wilayah berdasarkan perkembangan karhutla dan kualitas udara.

Dengan skema tersebut, proses pendidikan diharapkan tetap berjalan meski kondisi lingkungan tidak mendukung pembelajaran tatap muka. Pembelajaran daring menjadi salah satu alternatif agar siswa tetap memperoleh layanan pendidikan sekaligus mengurangi risiko terpapar asap.

Pemkab Seruyan kini terus memantau perkembangan karhutla dan kualitas udara. Keputusan mengenai pembelajaran daring akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi dan rekomendasi kesehatan, dengan keselamatan siswa sebagai pertimbangan utama.

Penulis: ASY
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!