website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Warga Pilang Tolak Program CSR, Keluhkan Lahan Food Estate Yang Terbengkalai

Perwakilan warga Desa Pilang menyampaikan keluhan terkait lahan food estate yang dinilai terbengkalai serta penolakan terhadap program CSR dalam agenda reses Anggota DPRD Kalteng Dapil V. Warga meminta kejelasan pemanfaatan lahan dan solusi atas berbagai kebutuhan desa.

 

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Warga Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, menyampaikan penolakan terhadap program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditawarkan pemerintah. Penolakan itu disampaikan menyusul banyaknya lahan food estate yang dinilai terbengkalai dan tidak dapat dimanfaatkan masyarakat.

Aspirasi tersebut disampaikan juru bicara reses, Helmi, saat membacakan hasil reses perorangan Anggota DPRD Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan V, belum lama ini.

Helmi mengatakan sejumlah lahan program pemerintah pusat, khususnya food estate, tidak berkembang dan bahkan tidak dapat digunakan masyarakat dalam jangka waktu tertentu sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi desa.

Pasang Iklan

“Banyak program pemerintah pusat, termasuk food estate, menyebabkan lahan mangkrak dan tak bisa digunakan sehingga mengganggu perkembangan perekonomian Desa Pilang,” ujarnya.

Ia menuturkan masyarakat kini berada dalam dilema terkait pemanfaatan lahan tersebut, sebab lahan yang sebelumnya ditetapkan untuk food estate tidak dapat dialihfungsikan tanpa kejelasan aturan.

“Melalui reses ini masyarakat ingin mendapat kepastian bagaimana lahan itu dapat digunakan untuk keperluan lain. Namun karena statusnya belum jelas, hal ini menjadi dilema,” katanya.

Selain persoalan lahan, masyarakat Desa Pilang juga menilai program CSR yang ditawarkan pemerintah tidak relevan dengan kebutuhan mereka dan tidak menyelesaikan masalah utama.

“Pemerintah pusat punya program CSR, tapi masyarakat melalui kades Pilang menolak karena berkaca pada lahan food estate yang dianggap terlantar serta adanya tumpang tindih izin dan penggunaan lahan,” ujarnya.

Di samping itu, warga Desa Pilang turut menyampaikan aspirasi dalam bidang kesejahteraan rakyat, terutama kebutuhan air bersih sebagai upaya mencegah stunting.

Pasang Iklan

Di bidang infrastruktur, masyarakat mengusulkan pelebaran akses jalan menuju pemakaman yang dinilai sempit dan tidak layak, serta pengerukan parit di sepanjang jalan desa untuk mencegah genangan.

Aspirasi serupa juga datang dari desa lain di Dapil V. Warga Desa Sei Barunai, misalnya, meminta perbaikan jalan desa, pembangunan pagar sekolah di semua tingkatan, serta pengadaan ambulans untuk kebutuhan darurat.

Sementara itu dari Desa Kiapak, warga mengusulkan rehabilitasi Langgar Nurul Iman, perbaikan jalan, peningkatan penerangan jalan desa, hingga penambahan ruang Tempat Penitipan Anak (TPA).

Masyarakat Kiapak juga berharap adanya dukungan berupa bantuan bibit usaha tani, ikan, dan ternak guna meningkatkan ketahanan ekonomi lokal.

Warga Desa Sei Pudak menyampaikan kebutuhan mendesak seperti perbaikan jalan dan jembatan, pembangunan lampu jalan, penyediaan sarana air bersih, serta pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Adapun warga Desa Mintin, Kecamatan Kahayan Hilir, mengeluhkan rendahnya harga komoditas pasar, termasuk kerajinan tenun rotan yang sulit terserap pasar.

Selain itu, warga Mintin mengusulkan pengerukan kanal irigasi dan perbaikan akses jalan menuju lahan perkebunan untuk mendukung produktivitas masyarakat setempat.

Penulis : Redha

Editor : Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!